Saturday, 1 June 2013

Memories

  “halo sahabatku, apa kabar dirimu ? Lama kita tak berjumpa. Dan musim pun berganti..”

Hari-hari berlalu begitu cepat.
Sampai akhirnya aku menyusuri jalanan ini lagi.
Sudah tahun keempat kita tak berjumpa. Apa kabarmu ?
Apakah sekarang tinggimu sudah bertambah ?
Dan harum tubuhmu, apakah masih sama seperti dulu ?
Juga tawamu yang sangat ku kenali. Apakah juga masih seperti dulu ?

Hari ini harusnya kita rayakan bersama.
Hari ulang tahunmu, Sobat. Tapi kau ada dimana ?
Aku masih Sobat kecilmu yang sering menanti kehadiranmu.
Sekarang tempat ini kotor sekali.
Bangku ini juga sudah berdebu.
Tapi ruangan ini masih seperti saat itu.
Catnya masih putih.
Dan mejanya tetap ada disebelah sana.
Hanya saja, bau ruangan ini tak sama lagi.
Bau apek dan debu mendominasi.
Sebutir air mata turun melintas dipipiku.

Dulu, tempat ini selalu ramai oleh tawa kita.
Selalu menjadi tempat aku bersembunyi untuk menangis.
Disini juga kita sering bernyanyi dan mengubah lirik-lirik lagunya.
Tempat ini memiliki berjuta kenangan.
Saat kita bersama adalah hal terindah yang takkan aku lupa.
Dan sekarang aku berdiri dalam ruangan ini.
Sendiri.

Aku tak dapat menahan sebuah pertanyaan melintas dalam otakku.
“apakah kau pernah datang juga kesini ?”
Lalu aku berjalan menelusuri kelas demi kelas.
Semua tak berubah.
Apakah hati kita juga seperti itu ?
Aku meneliti setiap kenangan yang pernah kita buat dalam tiap-tiap kelas.
Dikelas ini, kita pernah bermain boneka.
Lalu dikelas ini, kita pernah makan siang bersama.
kemudian dikelas ini, kita pernah menggambar wajah kita dipapan tulis.
Dan dikelas yang terakhir, kita pernah berdoa bersama.

Hari ini harusnya kita rayakan berdua, Sobat.
Aku terenyuh mengingat semua itu.
Segala hal tentang dirimu.. dan aku.
Walau musim gugur telah berakhir, namun tak sedikitpun kenanganmu gugur dalam memoriku.
Hari sudah mulai sore.
Titik-titik salju turun. Dan angin berhembus kencang.
Aku mengadah ke atas, melihat langit.
Apakah kau disana juga merasakan dinginnya salju ?
Tapi semoga saja, hati kita tak beku seperti salju-salju ini.


Salam sayang untukmu, Bintang.
Dari yang selalu merindukanmu,
Arancxa Irene Mathilda

No comments:

Post a Comment