Sunday, 11 August 2013

Nostalgia SMP

         Pagi ini, aku lagi-lagi mengobrol dengan teman lama. Kali ini dengan teman seperjuanganku zaman SMP. Kami membicarakan semuanya. Tentang teman-teman angkatan kami yang sudah married dan bernostalgia mengenang masa kejayaan kami. Aku pun tiba-tiba teringat pada seorang anak laki-laki dari kelas sebelah.  Aku tersenyum sendiri mengingatnya.
         Hari itu adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah kepindahanku ke kota lumpia ini. Jadi, aku belum mengenali sekolah baruku. Lalu, saat aku mampir ke kelas sebelah, menemui teman baruku (karena masih baru, jadi masih ngekor gituu), tiba-tiba sosok anak laki-laki dengan tinggi menjulang menegurku dari belakang.
       “Namamu Lestari, ya?” tembaknya langsung.
         Saya berbalik dan melongo. “Hah?? Lestari??”
       “Ehh.. Bukan, ya?” katanya salah tingkah.
         Ketika menyadari situasi yang terjadi, sontak aku pun tertawa geli. Ternyata seorang teman kelasku sedang mengusilinya.
       “Dia mau kenalan sama kamu, Ren!” teriak teman sekelasku sambil tertawa terbahak-bahak.
        Aku masih menahan tawa yang rasanya sewaktu-waktu bisa saja menyembur anak laki-laki lugu dihadapanku ini.
        “Jadii.. Namamu siapa?” kata anak itu lagi. Rupanya ia nekad sekali ingin tahu namaku! J
        “Namaku Iren.” jawabku masih dengan raut wajah geli.
        “Ohh.. Iren, ya.”
         Sebelum aku sempat bertanya namanya, ia langsung melenggang pergi menuju temannya yang mengusilinya tadi. Aku memandangnya dengan perasaan nano-nano. Antara lucu, tersanjung, kagum karena kenekatannya, juga aneh!
         Hahaha! Kembali aku menertawainya, dalam hati tentunya. Kalau tidak, aku bisa dicap sebagai anak baru yang berotak miring, karena tertawa sendiri. Pasti dia malu setengah mati, sampai tiba-tiba pergi begitu saja, batinku.
         Dan tak ku sangka, teman lama ku ini membawa kabar tentang anak laki-laki lucu yang ku ceritakan itu. Dia bilang kalau anak itu sekarang sudah cakep! Ahh.. Hatiku pun menghangat mendengarnya. Cakep, ya, dia? Aku jadi penasaran juga, karena temanku bercerita heboh sekali. Dasar cewek genit! HAHAHA XD
         Mendengar kabar yang tiba-tiba, ternyata aku kangen juga pada anak laki-laki itu. Bolehkah aku berharap bertemu dengannya? Bisikku dalam hati. Siapa tahu, takdir akan bermain-main dengan perasaan kita lagi. Mungkin, dengan situasi yang lebih menyenangkan, bukan memalukan seperti tempo hari.  Mungkin aku akan mengobrol panjang-lebar lagi dengannya, seperti yang kami lakukan sewaktu sesudah tragedi―perkenalan―yang―memalukan itu. Dan mungkin saja kali ini, aku mengerti alasan temanku kepincut padanya. Uhuk-uhuk, terlalu banyak kemungkinan. Yah, aku amin-in saja deh. AMINNNNN!! Hehehe  J

No comments:

Post a Comment