Monday, 8 December 2014

#8 Quotes of the day

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."

- Pramoedya Ananta Toer

Thursday, 4 December 2014

#7 Quotes of the day

It's not about how much love we can have in the beginning, but it is about how much love we build in till the end..

Wednesday, 3 December 2014

#6 Paris Is Always A Good Idea

          Hei Paris, kali ini biarkan aku bercerita sesuatu padamu. Malam ini aku tengah menyendiri untuk berpikir, dan menulis tentunya. Saat menulis ini, aku teringat dengan perkataanmu tempo hari.
          “Ayo buatkan puisi untukku!”
          Aku tidak menjawab apapun tapi aku terus mengingatnya, dan aku tanamkan dalam otakku: ‘oke, tenang saja. Minimal ada satu karya yang aku buatkan untukmu.’
          Alhasil, sejauh ini ada beberapa karya yang ku abadikan untuk mengingatmu dan momen-momen tertentu. Salah satunya adalah saat kau bertanya kenapa aku mau membuat tato Paris. Lalu, akhirnya ada satu karya lagi yang ku buat saat aku mengingatmu. Kau pasti sudah membacanya walau hanya sepenggal. Tapi ku pastikan kau akan membacanya dari awal sampai akhir diwaktu yang tepat. Aku janji! Dan, karya ini adalah karya keempat yang ku tulis untuk mengingat satu momen lagi.
          Paris, kau tau tidak.. kalau aku sesungguhnya iri padamu? Kenapa kau bisa dinamai Paris, sedangkan kau begitu mencintai Jepang? Kenapa bukan aku saja yang dinamai Paris, yang justru amat terobsesi dengan Paris? Dunia tidak adil ya… *drama*
          Ahh.. Paris.. Tiba-tiba aku terlintas sesuatu. Momen saat aku datang ke Jepang disaat ulang tahunmu yang ke.. 21? 22? Kau tau aku tak begitu menyukai Jepang, tapi taukah magnet apa yang membawaku terbang sampai kesana? Hanya untuk memberimu sedikit dorongan dan hanya untuk merayakan hari jadimu. Dan walaupun kau tak terus terang berkata kau senang aku datang ke Jepang, aku tau kau terhibur karena aku berada disana hari itu.
          Aku hanya berharap, dengan aku melihat langsung negara Jepang, aku bisa memiliki satu alasan untuk mencintai keindahannya. Dan… ku akui hari itu sungguh berkesan, Paris.
          Jadi.. hari itu juga aku terpikir: ‘apa tahun depan aku bisa ke Jepang lagi dan menikmati suasana di Jepang bersama?’ Mengingat seorang temanku juga yang begitu antusias untuk pergi ke Jepang.
          Bolehkah aku kesana lagi, Paris? Seandainya ya, ku harap kau punya satu kejutan untukku. Mungkin kau tak perlu lagi membawa boneka teddie-mu kemana-mana, tapi mungkin ada sesuatu yang lebih ‘out of the box’? Buatlah aku bangga dan menanti-nanti saat itu lagi, Paris. Bagaimana? Kau pasti setuju denganku, bukan? Kalau begitu, sampai jumpa di Jepang ya!
          See you soon, Paris!

(ditulis tanggal 4-12-2014 pukul 02.00 WIB)

Sunday, 30 November 2014

#5 Paris Is Always A Good Idea


Sepertinya waktu terlalu cepat berlari sampai-sampai enggak kerasa kita sudah bertemu lagi, Desember. Ada banyak pengalaman lucu, seru, sedih, dan membahagiakan selama setahun terakhir. Tahun ini juga penuh dengan kejutan dan pengalaman yang enggak pernah aku bayangkan. Coba tebak apa? :P

Salah satunya adalah.. Aku punya Paris. Diulangi.. AKU PUNYA PARIS! Kamu pasti tau kan, aku begitu terobsesi untuk bertemu dengan Paris? Dan kini aku sudah bertemu dengannya. Paris ada digenggamanku, yang bisa ku lihat setiap hari. Yang bisa ku jamah tanpa aku harus terbang ke belahan bumi bagian Barat terlebih dahulu.

Dan, Paris adalah kejutan untukku dari seorang yang bernama Paris. Bayangkan, ada dua Paris sekaligus didalam hidupku! How amazing! Hadiah itu diletakkan di mejaku saat aku baru kembali dari melaksanakan tugas untuk masa depanku (kuliah maksudnya hehehe). Hal pertama yang ku pikirkan saat melihat Paris berdiri indah diatas mejaku: ‘Ini untukku? Atau punya orang lain tapi ketinggalan dimejaku?’

Lalu aku bertanya dengan seorang gadis pecinta K-Pop, dan dia pun tak tahu-menahu perihal menara cantik itu. Tapi, setelah itu aku melihat selembar notes yang isinya begini: ‘ciee… sidangnya ciee…’
Aku tersenyum simpul setelah mengenali tulisan itu. Tulisan tangan si Paris. Akhirnya aku duduk sejenak, dan terpikir untuk mengabadikan keindahan menara Paris. Kalian mau lihat fotonya? Kalau mau lihat aslinya, silakan datang langsung ke kota Paris yaa.. :V


                       

Terima kasih Paris untuk kejutan kecilnya ya. Dan terima kasih juga untuk menjadi Paris dalam sepenggal cerita dihidupku.


(ditulis pada 1-12-2014 untuk mengabadikan duo Paris tanggal 14-11-2014)

#2 Review Sastra: Rectoverso - Dee

Kemarin aku iseng-iseng membaca buku Rectoverso karya Dee milik teman sekantor. Untuk yang pertama kalinya, aku benar-benar membaca karyanya. Rupanya karyanya memang baik sekali, cerita dan tutur katanya sangat mengalir. Aku duduk diam selama kurang lebih sejam di meja kantor untuk benar-benar menikmati kerenyahan tulisan yang dia sajikan. Perlahan-lahan aku mulai terhanyut dalam dunia yang dia ciptakan melalui bukunya. Ahh... Sungguh luar biasa. Dia pun menyajikan beberapa puisi karyanya sebagai sekat antara tiap sub bab cerita. Dan.. ada satu puisinya yang entah kenapa mengerak dipikiranku. Puisinya sangat sederhana, tapi unik dan menarik. Begini isinya:


Sahabatku, usai tawa ini
izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan


Bagiku, puisi ini sangat biasa. Tapi dia memasukkan unsur cerita dari bukunya, sehingga puisi ini semacam ministory. Intinya pun biasa, tapi dia bisa mengundang hati pembaca untuk membacanya lekat-lekat dan mengulanginya beberapa kali. Sungguh menarik, dan.. kurasa aku akan jatuh cinta pada karya-karyamu selanjutnya, Dee. Ku tunggu kejutan lain darimu. :)

Tuesday, 25 November 2014

#6 Quotes of the day

Bekerjalah dengan gembira seperti gembiranya Tuhan saat mengabulkan doamu agar diterima kerja

Saturday, 22 November 2014

#5 Quotes of the day

..salju turun lagi. Ku harap hati kita tak beku seperti salju-salju ini

-Arancxa

#4 Quotes of the day

Once in a while, right in the middle of an ordinary life, love gives us a fairy tale.

Wednesday, 12 November 2014

#1 Review Sastra: Hujan Bulan Juni



Sapardi Djoko Darmono.
Ia adalah salah seorang sastrawan Indonesia yang saya kagumi. Satu karya puisinya yang paling fenomenal yaitu Hujan Bulan Juni.

"Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni.
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu."

Ada banyak perspektif yang mengartikan makna dari puisi Hujan Bulan Juni ini. Entah rasa rindu seseorang pada kekasihnya, entah lainnya.
Tak terkecuali saya, sebagai seorang peminat karya sastra berupa sajak, puisi, dan prosa, saya selalu membaca puisi lamat-lamat dan mengulang setiap diksinya.
Ada nuansa dan kerenyahan yang mereka ciptakan, hingga membuat saya--bahkan mayoritas pecinta karya sastra juga mencoba mengartikan setiap makna tersirat melalui karya tulis mereka (sastrawan).

Pada puisi ini, ada bagian yang saya persepsikan sama seperti yang orang lain persepsikan. Saya mengartikan ada perasaan yang membaur bersama dengan penantian panjang yang dilalui seseorang. Setiap rindu yang mengalir, perasaan ragu-ragu dan takut juga kerap kali hadir didalam sebuah penantian. Penantian juga terkadang tak berbuah manis, tapi pada karya Hujan Bulan Juni ini, penantian panjang tersebut berakhir bahagia.

Monday, 10 November 2014

#3 Quotes Of The Day

..kita tak pernah tau usaha keberapa yang akan berhasil, seperti kita tak pernah tau doa yang mana yang akan dikabulkan. Keduanya sama: perbanyaklah.

Tuesday, 4 November 2014

#1 Sepotong Cerita

Tapii..
Pernahkah kau menemukannya diantara helaan nafas dan irama hidup?
Mungkin kau pernah melihatnya,
namun tidak mengenalnya.
Pernah mendengar suaranya,
namun tenggelam diantara suara-suara lain yang tertangkap di telinga.

(Biru - Arancxa Irene)

Tuesday, 28 October 2014

Cerita Misteri



Bisa dibilang, gue enggak termasuk orang yang takut dengan hal-hal mistis. Tapi, setelah gue benar-benar mengalaminya, gue jadi rada parno kalo ke WC sendirian.
Gue kerja di tempat tantenya teman gue yang namanya Erick. Gue senang kerja disini karena selain kerjanya enggak terlalu berat, karyawan-karyawannya pun ramah dan baik. Yaa.. intinya sih gue nyaman banget sama suasana kantor disini. Tapi, gue sempat dengar cerita simpang siur tentang adanya ‘penunggu’ di kantor ini. Dan gue liat sendiri, karena patung salib dinding selalu terbalik. Setiap kali dikembalikan ke awal, besoknya salib itu kebalik lagi. Gue sering tanya sama mereka siapa yang balikin dan mereka cuma saling berpandangan. Tapi satu hari gue desak-desak dan akhirnya mereka pun bercerita mengenai kejadian-kejadian aneh di kantor. Selain tentang salib kebalik, mereka juga sering melihat siluet baju warna biru di WC.

Konon katanya, dulu ada cewek berbaju biru yang meninggal karena bunuh diri di WC cewek. Sejak itu, ‘cewek’ itu kadang menampakkan diri di pojokan WC, atau memberi tanda bahwa dia ada di sekitar WC. Seperti, ada yang pernah mendengar suara tangisan/nyanyian. Terkadang mereka sekilas melihat baju biru di depan pintu WC. Makanya, mereka kadang enggan kalau mau ke WC, mereka lebih memilih enggak membuang air sama sekali daripada melihat atau mendengar hal-hal yang aneh.

Nah tapi pengalaman gue agak beda dari mereka. Tiap gue mau ke WC, gue pasti ajak Erick bareng biar lebih aman. Tapi.. satu hari ada bencana besar.. gue kebelet boker! Gue udah berusaha nahan berjam-jam tapi udah enggak kuat lagi. Alhasil, gue nekatin boker di kantor dan minta ditemenin Erick. Pas masuk WC, gue pilih di bilik kedua, dan Erick nunggu didepan bilik gue. Biar enggak ada suasana hening, gue sama Erick cerita banyak-banyak dan random. 5 menit berlalu dan ternyata enggak terjadi apa-apa. Gue udah mulai tenang. Terus, pas gue udah mau selesai, tiba-tiba terdengar suara flush dan batuk di WC pojok. Gue biasa-biasa aja. Tapi gue heran, kok tadi kayaknya enggak ada apa-apa. Dan, kalau ada orang disitu, berarti obrolan kita semuanya kedengaran dong? Tapi saat itu gue enggak berpikir yang aneh-aneh.

Terus, waktu gue keluar dari bilik, gue tanya ke Erick,“Rick, ada orang yang flush ya tadi?” Erick dengan raut wajah agak bingung campur tegang bilang,”iya dari bilik pojok.”
Karena didorong rasa penasaran, gue coba buka pintu bilik pojok. Dan rupanya enggak terkunci. Gue masuk dan liat atas kloset, bawah kloset, dan bolak balik pintu. Enggak ada sesuatu sama sekali. Gue keluar dari bilik dengan raut wajah yang enggak kalah pucat sama Erick. Lalu, tanpa aba-aba kami langsung melejit keluar WC.

Dan… parahnya lagi, gue sempat dengar sesuatu waktu lari dari WC. Suara nyanyian cewek! Sehabis itu Erick pun cerita ke gue, waktu dia mau keluar dari pintu, dia melihat sobekan kain biru tergantung di gagang pintu yang melambai-lambai tertiup angin. Pertanyaannya, sejak berapa lama kain itu ada disitu?

Cerita ini dibuat untuk mengikuti lomba cerita misteri Halloween yang diadakan Tokopedia

Monday, 29 September 2014

Love Rain

Sore itu…
Hujan menahanku untuk pulang
Jalanan basah, dan aroma tanah mulai menguar.
Seperti biasa, aku menunggu dengan sabar
Hingga hujan cukup reda dan aku bisa melanjutkan perjalanan

Tapi sepertinya takdir mulai bermain mata.
Hujan sore itu memiliki cerita sendiri.
Ketika mataku tertuju pada seorang perempuan yang berdiri tak jauh dariku.
Aku menghampirinya dan menawarkan untuk berbagi payung.

Awalnya.. ku kira dia akan menolak
Tapi, dengan wajahnya yang malu-malu dia akhirnya mengangguk.
Kami pun berjalan beriringan.
Walaupun tampaknya biasa, tapi degup jantungku berpacu hebat.

Apa.. ini yang disebut jatuh cinta disaat hujan?

Sunday, 21 September 2014

#2 Quotes of The Day

"Selalu ada masa ketika doa-doa yang kita naikkan seperti membentur atap dan memantul-mantul di dinding kamar saja."

Saturday, 13 September 2014

Follow Your Passion!

     "Kalo kalian punya mimpi, kejarlah! Mumpung kalian masih muda, punya banyak waktu. Gue sendiri, passion gue di nyanyi. Gue nyanyi di band gue, di gereja, dan dimanapun gue bisa nyanyi. Pokoknya lakukan yang bisa kalian lakukan!"

                                                               ***

          Beberapa hari lalu tiba-tiba aku inget pidato singkat dari penyanyi favoritku tempo hari. Dia bilang kata-kata yang barusan aku tulis. Saat mengingat kembali kata-katanya, aku benar-benar hanyut dalam lamunan. Ciyeee!
          Intinya, disaat aku memang sedang butuh kekuatan dan dorongan, secara tidak langsung, dia mendorongku untuk lebih mantap. Dia menyuruhku untuk mengikuti kata hati. Follow your heart, follow your passion!
          Ucapan terima kasih dilantunkan dari hati terdalam seorang gadis bernama Arancxa Irene. Hahaha *alaymodeon. Aku ga bakal lupain hari itu, dan pesan-pesanmu, Kak. Sekarang--mungkin akan terdengar norak dan alay, tapi biarkan sekali aja aku ngomong ini, ya?
          "Finally meet my inspiration, just to say a simple thank you." walaupun ngutip, tapi aku cuman pengen ngomong itu aja. *kedipkedipmata

Finally meet my inspiration, just to say a simple thank you

Sunday, 7 September 2014

..pelukan tadi hanya sekadar lingkaran tangan semata, atau mungkin belati ada dibalik punggungmu?

Friday, 29 August 2014

#4. Paris is always a good idea





     Seseorang bertanya kenapa aku mau bikin tato tulisan Paris dan Menara Eiffel. Lalu aku jawab dengan jujur, "karena aku suka Paris. Suka banget."
     dia bertanya lagi, "pernah kesana?"
     "sayangnya belum."
     dan dia pun berkata, "you will! Believe me.



(ditulis 2 Agustus 2014)

Sunday, 24 August 2014

#3. Paris is always a good idea

     Okay, kita kembali menulis lagi, sahabat blog. Hehehe. Sekarang aku mau bercerita sedikit tentang beberapa temanku.

      Cerita I:
     Tempo hari aku sempat berkenalan dengan orang baru, dia temannya temanku. Waktu yang dihabiskan untuk mengobrol tak banyak karena masih terasa janggal dan bingung apa yang mau di obrolin. Yang pasti hari itu hanya jalan-jalan di mall sebentar, makan, lalu pulang.
     Tapi ternyata kami bertemu lagi dihari yang berbeda. Dan kali ini aku punya satu topik yang cukup menarik untuk dibahas (setidaknya untuk kami berdua). Coba tebak apa? Paris! Hahaha
     Yaa.. Teman baruku itu menyukai Paris juga. La Tour Eiffel. Lalu ku ajukan pertanyaan wajar padanya,
     "kenapa suka Paris?"
     (diam beberapa detik) "karena Paris cantik.."
     Ahh.. Lalu kami pun mengobrol banyak yang berkaitan dengan Paris. Sungguh menyenangkan! Dan aku harap, kita bisa ketemu lagi dan punya topik lainnya, oke? :P

     Cerita II:
     Kemarin malam aku dan ketiga temanku pergi jalan-jalan. Salah seorang temanku memilih menu makanan yang sama denganku dan kami menuju ke stand yang sama. Lalu saat aku menunggu pesanan makanan datang, dia mengecek hp nya dan tak sengaja aku melihat ada menara cantik terpampang di wallpaper-nya.
     Sontak aku bertanya,"kamu suka Paris?"
     Ia menoleh sesaat dan merespon,"ohh.. Iya, tapi belum kesampaian."
     "hmm.. aku juga suka Paris dan juga belum kesampaian. Kenapa kamu suka Paris?"
     HAHAHA. Aku tertawa dalam hati karena dia bernasib sama denganku yang tidak bisa menjelaskan alasan kenapa ia menyukai Paris. Lalu aku menebak sewajarnya sesuai dengan profesinya sebagai seorang arsitek.
     "Suka arsitekturnya ya?"
     Kalian sudah bisa tebak, kan, apa yang terjadi selanjutnya? Yaa.. cerita kami mengalir dan aku senang punya teman berbagi cerita seperti dia. Dia berwawasan luas dan kami bisa berbagi informasi dan pengetahuan. Lain kali, kita harus bercerita lebih banyak ya? Hehehe *modus

     Kesimpulan:
     Jadi.. dari kedua cerita diatas disimpulkan bahwa.. Memang aku tau bukan hanya aku yang mencintai City of Love itu, tapi jutaan bahkan milyaran orang juga merasakan hal yang sama denganku. Alasan simpelnya karena banyak hal unik yang bisa menjadi alasan mereka untuk jatuh cinta, mungkin seninya, arsitektur, sejarah, bahasa, film-film nya, sungai Seine yang memesona, atau hal lainnya. Hanya saja, aku senang menemukan teman untuk berbagi cerita dan impiannya untuk mengunjungi kota Paris yang megah.
     Aku juga senang memiliki teman sevisi dan semisi denganku, sehingga aku bisa bercerita dengan lebih leluasa dan ketika aku berkata sesungguhnya yang aku rasakan, mereka tidak akan banyak berargumen.
Contoh kalimatnya begini:
     "Aku sungguh-sungguh kagum dengan semua yang ada disana. Paris punya daya tarik sendiri yang membuat aku terus berharap akan bertemu dengannya, dan aku yakin Paris juga menunggu aku untuk tiba disana secepatnya." - Arancxa

*cerita selanjutnya segera dirilis lagi hehehehe

#1 Quotes of The Day

"Karena mengulang doa-doa itu seperti kayuhan sepeda, suatu saat ia akan membawamu ke arah yang kamu tuju. Semoga dan selalu. Amin"

Friday, 22 August 2014

#2. Paris is always a good idea

     Kecintaan saya terhadap kota mode itu dan semua yang ada disana, selalu mendatangkan ribuan pertanyaan yang intinya: "kenapa suka Paris?" Biasanya saya akan termenung. Lama. Sampai akhirnya saya bingung harus jawab apa. Hehehe :)
     Tapi, apakah setiap yang kau sukai harus dilandasi dengan alasan? Maybe yes maybe no. Namun, ada kalanya ketika sesuatu yang sudah mendarahdaging, ketika kau tanyakan maka akan mendatangkan pertanyaan selanjutnya. Dan jawaban-jawaban hal itu rasanya sulit untuk diungkapkan. Seperti halnya dengan kasus ini.
     Sahabat-sahabatku tak kalah ironis. Ketika mereka ingin membelikan hadiah ulang tahun untukku, mereka bingung ingin membelikan apa. Sekiranya atribut Paris tidak begitu penting dimata mereka (terkadang saya juga berpikir begitu :P) tapi akhirnya mereka memberikan efek keparis-parisan lewat kertas kado. HAHAHA. Saya senang. Rasanya Paris dan saya tidak terpisahkan. Semua yang mengenalku, ketika melihat sesuatu yang berbau Paris, sontak mereka akan berkata: "Paris tuh!" atau "ih Irene banget!" Lalu saya dengan wajah polos merespon: "wahhh ada Parisss!!" atau "mana Irene mana?"
     Jadi, Paris itu sekarang jadi ikon nama saya ya? Unik sih, cukup menghibur. Semoga ketika kalian (teman, sahabat, dan semuanya) ketika melihat hal-hal berbau Paris juga akan selalu mengingatku, karena.. Paris is always a good idea. Hehehehe. *maksa banget ending-nya mesti kaya judul wkwkwk

Ma Cherie,
Arancxa Irene

#1. Paris is always a good idea

     Mimpi tidak akan sejauh mata memandang, semuanya bisa kau raih dengan kedua tanganmu. Dan ketika menulis ini, saya teringat betapa besar keinginan saya untuk bertemu langsung dengan Paris, Art Nouveau, arsitektur, fashion, dan semuanya (mungkin juga dengan penduduknya yang konon katanya sombong dengan wisatawan yang tidak fasih bahasa Perancis). Tapi, walaupun sempat berkecil hati karena ternyata orang Perancis tak semanis kotanya, namun hal itu tidak akan mengubah prinsip bahwa suatu saat nanti saya akan berdiri kota mode tersebut, menikmati suasananya, musimnya, dan yang paling utama adalah menatap lekat-lekat Menara Eiffel.
     Teringat juga betapa saya dulu begitu mengagung-agungkan menara itu (walaupun sekarang masih sih..), dan berharap satu saat nanti bisa memotretnya dari dekat. Semoga.. saya semakin dekat denganmu, Ma Cherie.








Tuesday, 5 August 2014

Salam Ceria (harap dibaca)

     Menjadi seseorang yang dilabeli dengan sifat ‘ceria’ memang tidak mudah. Coba bayangkan saja. Ketika kamu sedang sedih atau ada masalah, kamu harus tetap ingat untuk tersenyum, tertawa, dan bercanda seperti biasanya. Kamu harus tetap mengkondisikan semuanya agar tampak seperti sedia kala. Mudahkah itu? Sebagai salah satu orang yang tergolong label tersebut, dapat ku katakan dengan rendah hati: Tidak mudah. Bukti lainnya juga terjadi dengan salah satu sahabatku. Dia orang yang ceria dan senang berbagi dengan banyak orang. Tetapi ada kalanya aku melihatnya termenung dan berdiam diri. Hahaha. Terkadang kamu bisa bertanya, bisa juga tidak. Tapi biasanya aku bertanya langsung, lalu nantinya dia akan bercerita. Ya, itulah sisi lain dari sifat kami ini. Ketika ada masalah, terkadang sulit untuk menutupi. Atau.. kami yang bisa saling mengerti? Ah entahlah. Tapi ada kalanya, ‘seorang ceria’ tidak menunjukkannya. Ia tetap menutupi kesedihannya agar tidak membuat orang lain bertanya-tanya.
     So, mungkin emang takdir Tuhan bahwa kami memiliki kelebihan ini: untuk berbagi dan menceriakan suasana kalo kata orang-orang. Tapi ironisnya, mereka justru tidak bisa menyelamatkan suasana hatinya.. :’)
     Jika dari sudut pandangku…
     Sesungguhnya aku ingin.. ketika aku tertawa, bercanda, dan bersenang-senang, ada seseorang yang justru melihat ke dalam mataku, dan ia akan berkata “you’re not okay!
Dan hanya dengannyalah aku dapat membagi ceritaku lebih banyak daripada dengan yang lainnya. Mungkin bukan sekarang, tapi kelak aku akan bertemu dengan orang itu. Atau… jangan-jangan aku sudah bertemu dengannya??
     Untuk sahabat-sahabat blog yang mungkin membaca tulisanku ini, dari tulisan ini aku ingin menyampaikan: bertemanlah dengan orang-orang yang termasuk dalam kategori ‘ceria’ karena mereka pasti punya banyak cerita. Dan jangan lupa juga untuk menjadi tangan yang memeluknya ketika ia membiarkan dirinya untuk jatuh dihadapanmu.

Salam ceria,

-Arancxa-

Sunday, 3 August 2014

Pelukan Gadis Laut

Cerita Fiksi:

Di bawah langit kemerahan sore itu.
Angin bertiup melambai
Deburan ombak berkejaran menyapu kaki Gadis itu sekilas
Ia datang ke tempat ini bukan untuk bertemu dengan si Penulis atau melihat istana pasir yang menjulang.
Kedatangannya semata-mata untuk mengobati rasa rindu dengan pantai dan aroma laut
Dan ia tak sendirian, dia berjumpa lagi dengan anak kecil yang ia temui sebelumnya.

'dia sedang sedih' pikir Gadis laut.
Pelan namun pasti, Gadis itu menghampirinya,
melingkarkan tangan di balik tubuh mungil dihadapannya
Anak itu juga melakukan hal yang sama
Si Gadis laut merasakan kehangatan yang mengalir dari anak itu
Ia merasa tenang. Merasa bahagia.
Ia bahagia menemukan seseorang untuk berbagi, walau hanya dengan sebuah pelukan.
Tapi baginya, pelukan itu menjadi pelukan yang tak terlupakan olehnya.

Dalam pikiran si Gadis, melintas wajah seseorang. Ia ingat terakhir kali ia berbagi pelukan hanya dengannya 6 tahun yang lalu.
Selang waktu yang cukup lama, tapi ia masih ingat setiap perkataan orang itu ketika momen pelukan terakhir tempo hari.
Pandangannya menjadi buram karena air mata yang menggumpal dan memaksa hendak keluar, tetapi ia berusaha menenangkan dirinya dan memendam rahasia itu seorang diri lagi.
Si gadis melepaskan pelukan dan menatap ke dalam mata anak kecil itu.
“jangan sedih lagi ya. Selama kau punya aku sebagai teman berbagi, aku akan membantumu semampuku. Kalau kau butuh aku, datanglah ke tempat ini.”
Anak itu tersenyum dan berbalik pergi. Si Gadis lega ia bisa membagi dirinya walau hanya dalam satu pelukan kecil yang menenangkan.



Cerita Fakta:

Gue duduk di bangku paling depan waktu kelas teori ini dimulai. Sebenernya tiap hari gue emang sengaja datang cepat biar kebagian duduk di depan.
Nah pas gue lagi asik-asik dengerin dongeng pengantar tidur karya dosen gue, anaknya ngehampirin gue, trus duduk di bangku kosong samping gue.

Gue merhatiin terus tu anak ngapain kok berani-beraninya nyamperin orang asing duluan. Terus akhirnya gue ngajak ngobrol tu anak. Dia namanya Clarie, umurnya baru 5 tahun, dan baru kelas 1 SD.

Lama ngobrol sama anaknya sampe gue hampir ga dengerin ocehan mamanya tentang teori metodologi. Ampyunnn dehh.. gue lebih tertarik dengerin anaknya ngoceh sueerr. Sampe akhirnya kelas pun selesai.

Nah pas kelar kelas, gue iseng menghalangi anak dosen itu. Jujur, anaknya lucu dan pinter banget. Gue seneng becandaan sama dia. Rasanya kayak punya adek yang ga pernah gue miliki. Hahaha. Emang rasanya gimana ya? Hmm.

Nah lanjut lagi. wkwkwk. Jadi, abis itu, Clarie meluk gue erat banget, kayak cicak sama tembok: ga mau lepas. Hati gue yang selembut sutra pun akhirnya tersentuh juga. Gue balik meluk dia, dan gue bisa ngerasain perasaan Clarie. Dia itu tulus dan penyayang. Entah kenapa, dengan pelukan sesaat itu, gue jadi serasa dapet indra keenam buat liat pribadi orang. Trus gue lepasin pelukan itu dan megang puncak kepalanya. Gue bilang, gue mau balik dulu. (wkwkwk). Mata anak itu bersinar-sinar dan dia bilang: bye bye.
Astagaaa.. kayanya gue mulai jatuh cinta sama anak kecil!


Sunday, 13 July 2014

Tuan Pasir

     Jadi.. inilah rasanya menjadi hujan yang selalu menyapa padang pasir kering tanpa mendengar jawabnya. Meskipun debu-debu gurun menamparku, berkata bahwa sebaiknya aku pergi, namun terkadang aku rindu nuansa hangat ketika aku bersentuhan denganmu, Pasir. Ada berbagai perasaan yang mengalir sekaligus menguap bersama tiupan debu gurun yang sinis. Mentari siang juga menatapku dengan misterius. Seakan-akan ia ingin memberi pesan bahwa nantinya aku akan melihat sendiri Tuan Pasir yang sebegitu diamnya.

     Kata orang, diam itu emas. Tapi, apakah aku bisa kondisikan juga hal itu di kasus ini? Pasir yang bercahaya dibawah terik mentari tampak seperti lautan emas. Mungkin iya, karena aku juga menganggapmu berharga. Hanya saja, Tuan Pasir kadang terlalu hangat untuk ku sentuh. Apakah hatimu juga begitu, Tuan? Salahkah aku menyimpan perasaan ini lekat-lekat didalam dada? Dan ku bawa angan untuk bertemu denganmu setiap hari dalam tidurku. Salahkah??

     Mereka mungkin mengejekku, merendahkanku. Tapi aku tak peduli. Setidaknya, Tuan Pasir menyambut pelukanku dengan lebih lapang. Dapatkah ini menjadi kenyataan? Atau mungkin aku harus menunggu lagi? Oh tidak apa-apa, aku tidak keberatan. Hanya saja, berikan aku petunjuk supaya aku tidak keliru untuk bertahan sejauh ini. Agar aku dapat membungkam debu-debu kotor yang melingkupimu, dan mentari siang dengan tatapan misteriusnya. Jadi.. Bagaimana, Tuan Pasir?

Saturday, 18 January 2014

Pasangan Jiwa

Kadangkala aku bertanya di mana cinta beradaTersembunyi tiada kunjung menghampiriDua angsa memadu rindu di danau biru bercumbuPagut sepi ku di sini letih hati
Begitu jauh waktu kutempuhSendiri mengayun biduk kecilHampa berlayar, akankah berlabuhHanya diam menjawab kerisauan
Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sanaJuga tengah menanti tiba saatnya
Begitu ingin berbagi batinMengarungi hari yang berwarnaDi mana dia pasangan jiwakuKu mengejar bayangan
Begitu jauh waktu kutempuhSendiri mengayun biduk kecilHampa berlayar, akankah berlabuhHanya diam menjawab kerisauan
Aku berkhayal... Oh...
Begitu ingin berbagi batinMengarungi hari yang berwarnaDi mana dia pasangan jiwakuKu mengejar bayangan, kian menghilang...