Friday, 29 August 2014

#4. Paris is always a good idea





     Seseorang bertanya kenapa aku mau bikin tato tulisan Paris dan Menara Eiffel. Lalu aku jawab dengan jujur, "karena aku suka Paris. Suka banget."
     dia bertanya lagi, "pernah kesana?"
     "sayangnya belum."
     dan dia pun berkata, "you will! Believe me.



(ditulis 2 Agustus 2014)

Sunday, 24 August 2014

#3. Paris is always a good idea

     Okay, kita kembali menulis lagi, sahabat blog. Hehehe. Sekarang aku mau bercerita sedikit tentang beberapa temanku.

      Cerita I:
     Tempo hari aku sempat berkenalan dengan orang baru, dia temannya temanku. Waktu yang dihabiskan untuk mengobrol tak banyak karena masih terasa janggal dan bingung apa yang mau di obrolin. Yang pasti hari itu hanya jalan-jalan di mall sebentar, makan, lalu pulang.
     Tapi ternyata kami bertemu lagi dihari yang berbeda. Dan kali ini aku punya satu topik yang cukup menarik untuk dibahas (setidaknya untuk kami berdua). Coba tebak apa? Paris! Hahaha
     Yaa.. Teman baruku itu menyukai Paris juga. La Tour Eiffel. Lalu ku ajukan pertanyaan wajar padanya,
     "kenapa suka Paris?"
     (diam beberapa detik) "karena Paris cantik.."
     Ahh.. Lalu kami pun mengobrol banyak yang berkaitan dengan Paris. Sungguh menyenangkan! Dan aku harap, kita bisa ketemu lagi dan punya topik lainnya, oke? :P

     Cerita II:
     Kemarin malam aku dan ketiga temanku pergi jalan-jalan. Salah seorang temanku memilih menu makanan yang sama denganku dan kami menuju ke stand yang sama. Lalu saat aku menunggu pesanan makanan datang, dia mengecek hp nya dan tak sengaja aku melihat ada menara cantik terpampang di wallpaper-nya.
     Sontak aku bertanya,"kamu suka Paris?"
     Ia menoleh sesaat dan merespon,"ohh.. Iya, tapi belum kesampaian."
     "hmm.. aku juga suka Paris dan juga belum kesampaian. Kenapa kamu suka Paris?"
     HAHAHA. Aku tertawa dalam hati karena dia bernasib sama denganku yang tidak bisa menjelaskan alasan kenapa ia menyukai Paris. Lalu aku menebak sewajarnya sesuai dengan profesinya sebagai seorang arsitek.
     "Suka arsitekturnya ya?"
     Kalian sudah bisa tebak, kan, apa yang terjadi selanjutnya? Yaa.. cerita kami mengalir dan aku senang punya teman berbagi cerita seperti dia. Dia berwawasan luas dan kami bisa berbagi informasi dan pengetahuan. Lain kali, kita harus bercerita lebih banyak ya? Hehehe *modus

     Kesimpulan:
     Jadi.. dari kedua cerita diatas disimpulkan bahwa.. Memang aku tau bukan hanya aku yang mencintai City of Love itu, tapi jutaan bahkan milyaran orang juga merasakan hal yang sama denganku. Alasan simpelnya karena banyak hal unik yang bisa menjadi alasan mereka untuk jatuh cinta, mungkin seninya, arsitektur, sejarah, bahasa, film-film nya, sungai Seine yang memesona, atau hal lainnya. Hanya saja, aku senang menemukan teman untuk berbagi cerita dan impiannya untuk mengunjungi kota Paris yang megah.
     Aku juga senang memiliki teman sevisi dan semisi denganku, sehingga aku bisa bercerita dengan lebih leluasa dan ketika aku berkata sesungguhnya yang aku rasakan, mereka tidak akan banyak berargumen.
Contoh kalimatnya begini:
     "Aku sungguh-sungguh kagum dengan semua yang ada disana. Paris punya daya tarik sendiri yang membuat aku terus berharap akan bertemu dengannya, dan aku yakin Paris juga menunggu aku untuk tiba disana secepatnya." - Arancxa

*cerita selanjutnya segera dirilis lagi hehehehe

#1 Quotes of The Day

"Karena mengulang doa-doa itu seperti kayuhan sepeda, suatu saat ia akan membawamu ke arah yang kamu tuju. Semoga dan selalu. Amin"

Friday, 22 August 2014

#2. Paris is always a good idea

     Kecintaan saya terhadap kota mode itu dan semua yang ada disana, selalu mendatangkan ribuan pertanyaan yang intinya: "kenapa suka Paris?" Biasanya saya akan termenung. Lama. Sampai akhirnya saya bingung harus jawab apa. Hehehe :)
     Tapi, apakah setiap yang kau sukai harus dilandasi dengan alasan? Maybe yes maybe no. Namun, ada kalanya ketika sesuatu yang sudah mendarahdaging, ketika kau tanyakan maka akan mendatangkan pertanyaan selanjutnya. Dan jawaban-jawaban hal itu rasanya sulit untuk diungkapkan. Seperti halnya dengan kasus ini.
     Sahabat-sahabatku tak kalah ironis. Ketika mereka ingin membelikan hadiah ulang tahun untukku, mereka bingung ingin membelikan apa. Sekiranya atribut Paris tidak begitu penting dimata mereka (terkadang saya juga berpikir begitu :P) tapi akhirnya mereka memberikan efek keparis-parisan lewat kertas kado. HAHAHA. Saya senang. Rasanya Paris dan saya tidak terpisahkan. Semua yang mengenalku, ketika melihat sesuatu yang berbau Paris, sontak mereka akan berkata: "Paris tuh!" atau "ih Irene banget!" Lalu saya dengan wajah polos merespon: "wahhh ada Parisss!!" atau "mana Irene mana?"
     Jadi, Paris itu sekarang jadi ikon nama saya ya? Unik sih, cukup menghibur. Semoga ketika kalian (teman, sahabat, dan semuanya) ketika melihat hal-hal berbau Paris juga akan selalu mengingatku, karena.. Paris is always a good idea. Hehehehe. *maksa banget ending-nya mesti kaya judul wkwkwk

Ma Cherie,
Arancxa Irene

#1. Paris is always a good idea

     Mimpi tidak akan sejauh mata memandang, semuanya bisa kau raih dengan kedua tanganmu. Dan ketika menulis ini, saya teringat betapa besar keinginan saya untuk bertemu langsung dengan Paris, Art Nouveau, arsitektur, fashion, dan semuanya (mungkin juga dengan penduduknya yang konon katanya sombong dengan wisatawan yang tidak fasih bahasa Perancis). Tapi, walaupun sempat berkecil hati karena ternyata orang Perancis tak semanis kotanya, namun hal itu tidak akan mengubah prinsip bahwa suatu saat nanti saya akan berdiri kota mode tersebut, menikmati suasananya, musimnya, dan yang paling utama adalah menatap lekat-lekat Menara Eiffel.
     Teringat juga betapa saya dulu begitu mengagung-agungkan menara itu (walaupun sekarang masih sih..), dan berharap satu saat nanti bisa memotretnya dari dekat. Semoga.. saya semakin dekat denganmu, Ma Cherie.








Tuesday, 5 August 2014

Salam Ceria (harap dibaca)

     Menjadi seseorang yang dilabeli dengan sifat ‘ceria’ memang tidak mudah. Coba bayangkan saja. Ketika kamu sedang sedih atau ada masalah, kamu harus tetap ingat untuk tersenyum, tertawa, dan bercanda seperti biasanya. Kamu harus tetap mengkondisikan semuanya agar tampak seperti sedia kala. Mudahkah itu? Sebagai salah satu orang yang tergolong label tersebut, dapat ku katakan dengan rendah hati: Tidak mudah. Bukti lainnya juga terjadi dengan salah satu sahabatku. Dia orang yang ceria dan senang berbagi dengan banyak orang. Tetapi ada kalanya aku melihatnya termenung dan berdiam diri. Hahaha. Terkadang kamu bisa bertanya, bisa juga tidak. Tapi biasanya aku bertanya langsung, lalu nantinya dia akan bercerita. Ya, itulah sisi lain dari sifat kami ini. Ketika ada masalah, terkadang sulit untuk menutupi. Atau.. kami yang bisa saling mengerti? Ah entahlah. Tapi ada kalanya, ‘seorang ceria’ tidak menunjukkannya. Ia tetap menutupi kesedihannya agar tidak membuat orang lain bertanya-tanya.
     So, mungkin emang takdir Tuhan bahwa kami memiliki kelebihan ini: untuk berbagi dan menceriakan suasana kalo kata orang-orang. Tapi ironisnya, mereka justru tidak bisa menyelamatkan suasana hatinya.. :’)
     Jika dari sudut pandangku…
     Sesungguhnya aku ingin.. ketika aku tertawa, bercanda, dan bersenang-senang, ada seseorang yang justru melihat ke dalam mataku, dan ia akan berkata “you’re not okay!
Dan hanya dengannyalah aku dapat membagi ceritaku lebih banyak daripada dengan yang lainnya. Mungkin bukan sekarang, tapi kelak aku akan bertemu dengan orang itu. Atau… jangan-jangan aku sudah bertemu dengannya??
     Untuk sahabat-sahabat blog yang mungkin membaca tulisanku ini, dari tulisan ini aku ingin menyampaikan: bertemanlah dengan orang-orang yang termasuk dalam kategori ‘ceria’ karena mereka pasti punya banyak cerita. Dan jangan lupa juga untuk menjadi tangan yang memeluknya ketika ia membiarkan dirinya untuk jatuh dihadapanmu.

Salam ceria,

-Arancxa-

Sunday, 3 August 2014

Pelukan Gadis Laut

Cerita Fiksi:

Di bawah langit kemerahan sore itu.
Angin bertiup melambai
Deburan ombak berkejaran menyapu kaki Gadis itu sekilas
Ia datang ke tempat ini bukan untuk bertemu dengan si Penulis atau melihat istana pasir yang menjulang.
Kedatangannya semata-mata untuk mengobati rasa rindu dengan pantai dan aroma laut
Dan ia tak sendirian, dia berjumpa lagi dengan anak kecil yang ia temui sebelumnya.

'dia sedang sedih' pikir Gadis laut.
Pelan namun pasti, Gadis itu menghampirinya,
melingkarkan tangan di balik tubuh mungil dihadapannya
Anak itu juga melakukan hal yang sama
Si Gadis laut merasakan kehangatan yang mengalir dari anak itu
Ia merasa tenang. Merasa bahagia.
Ia bahagia menemukan seseorang untuk berbagi, walau hanya dengan sebuah pelukan.
Tapi baginya, pelukan itu menjadi pelukan yang tak terlupakan olehnya.

Dalam pikiran si Gadis, melintas wajah seseorang. Ia ingat terakhir kali ia berbagi pelukan hanya dengannya 6 tahun yang lalu.
Selang waktu yang cukup lama, tapi ia masih ingat setiap perkataan orang itu ketika momen pelukan terakhir tempo hari.
Pandangannya menjadi buram karena air mata yang menggumpal dan memaksa hendak keluar, tetapi ia berusaha menenangkan dirinya dan memendam rahasia itu seorang diri lagi.
Si gadis melepaskan pelukan dan menatap ke dalam mata anak kecil itu.
“jangan sedih lagi ya. Selama kau punya aku sebagai teman berbagi, aku akan membantumu semampuku. Kalau kau butuh aku, datanglah ke tempat ini.”
Anak itu tersenyum dan berbalik pergi. Si Gadis lega ia bisa membagi dirinya walau hanya dalam satu pelukan kecil yang menenangkan.



Cerita Fakta:

Gue duduk di bangku paling depan waktu kelas teori ini dimulai. Sebenernya tiap hari gue emang sengaja datang cepat biar kebagian duduk di depan.
Nah pas gue lagi asik-asik dengerin dongeng pengantar tidur karya dosen gue, anaknya ngehampirin gue, trus duduk di bangku kosong samping gue.

Gue merhatiin terus tu anak ngapain kok berani-beraninya nyamperin orang asing duluan. Terus akhirnya gue ngajak ngobrol tu anak. Dia namanya Clarie, umurnya baru 5 tahun, dan baru kelas 1 SD.

Lama ngobrol sama anaknya sampe gue hampir ga dengerin ocehan mamanya tentang teori metodologi. Ampyunnn dehh.. gue lebih tertarik dengerin anaknya ngoceh sueerr. Sampe akhirnya kelas pun selesai.

Nah pas kelar kelas, gue iseng menghalangi anak dosen itu. Jujur, anaknya lucu dan pinter banget. Gue seneng becandaan sama dia. Rasanya kayak punya adek yang ga pernah gue miliki. Hahaha. Emang rasanya gimana ya? Hmm.

Nah lanjut lagi. wkwkwk. Jadi, abis itu, Clarie meluk gue erat banget, kayak cicak sama tembok: ga mau lepas. Hati gue yang selembut sutra pun akhirnya tersentuh juga. Gue balik meluk dia, dan gue bisa ngerasain perasaan Clarie. Dia itu tulus dan penyayang. Entah kenapa, dengan pelukan sesaat itu, gue jadi serasa dapet indra keenam buat liat pribadi orang. Trus gue lepasin pelukan itu dan megang puncak kepalanya. Gue bilang, gue mau balik dulu. (wkwkwk). Mata anak itu bersinar-sinar dan dia bilang: bye bye.
Astagaaa.. kayanya gue mulai jatuh cinta sama anak kecil!