Sunday, 30 November 2014

#5 Paris Is Always A Good Idea


Sepertinya waktu terlalu cepat berlari sampai-sampai enggak kerasa kita sudah bertemu lagi, Desember. Ada banyak pengalaman lucu, seru, sedih, dan membahagiakan selama setahun terakhir. Tahun ini juga penuh dengan kejutan dan pengalaman yang enggak pernah aku bayangkan. Coba tebak apa? :P

Salah satunya adalah.. Aku punya Paris. Diulangi.. AKU PUNYA PARIS! Kamu pasti tau kan, aku begitu terobsesi untuk bertemu dengan Paris? Dan kini aku sudah bertemu dengannya. Paris ada digenggamanku, yang bisa ku lihat setiap hari. Yang bisa ku jamah tanpa aku harus terbang ke belahan bumi bagian Barat terlebih dahulu.

Dan, Paris adalah kejutan untukku dari seorang yang bernama Paris. Bayangkan, ada dua Paris sekaligus didalam hidupku! How amazing! Hadiah itu diletakkan di mejaku saat aku baru kembali dari melaksanakan tugas untuk masa depanku (kuliah maksudnya hehehe). Hal pertama yang ku pikirkan saat melihat Paris berdiri indah diatas mejaku: ‘Ini untukku? Atau punya orang lain tapi ketinggalan dimejaku?’

Lalu aku bertanya dengan seorang gadis pecinta K-Pop, dan dia pun tak tahu-menahu perihal menara cantik itu. Tapi, setelah itu aku melihat selembar notes yang isinya begini: ‘ciee… sidangnya ciee…’
Aku tersenyum simpul setelah mengenali tulisan itu. Tulisan tangan si Paris. Akhirnya aku duduk sejenak, dan terpikir untuk mengabadikan keindahan menara Paris. Kalian mau lihat fotonya? Kalau mau lihat aslinya, silakan datang langsung ke kota Paris yaa.. :V


                       

Terima kasih Paris untuk kejutan kecilnya ya. Dan terima kasih juga untuk menjadi Paris dalam sepenggal cerita dihidupku.


(ditulis pada 1-12-2014 untuk mengabadikan duo Paris tanggal 14-11-2014)

#2 Review Sastra: Rectoverso - Dee

Kemarin aku iseng-iseng membaca buku Rectoverso karya Dee milik teman sekantor. Untuk yang pertama kalinya, aku benar-benar membaca karyanya. Rupanya karyanya memang baik sekali, cerita dan tutur katanya sangat mengalir. Aku duduk diam selama kurang lebih sejam di meja kantor untuk benar-benar menikmati kerenyahan tulisan yang dia sajikan. Perlahan-lahan aku mulai terhanyut dalam dunia yang dia ciptakan melalui bukunya. Ahh... Sungguh luar biasa. Dia pun menyajikan beberapa puisi karyanya sebagai sekat antara tiap sub bab cerita. Dan.. ada satu puisinya yang entah kenapa mengerak dipikiranku. Puisinya sangat sederhana, tapi unik dan menarik. Begini isinya:


Sahabatku, usai tawa ini
izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan


Bagiku, puisi ini sangat biasa. Tapi dia memasukkan unsur cerita dari bukunya, sehingga puisi ini semacam ministory. Intinya pun biasa, tapi dia bisa mengundang hati pembaca untuk membacanya lekat-lekat dan mengulanginya beberapa kali. Sungguh menarik, dan.. kurasa aku akan jatuh cinta pada karya-karyamu selanjutnya, Dee. Ku tunggu kejutan lain darimu. :)

Tuesday, 25 November 2014

#6 Quotes of the day

Bekerjalah dengan gembira seperti gembiranya Tuhan saat mengabulkan doamu agar diterima kerja

Saturday, 22 November 2014

#5 Quotes of the day

..salju turun lagi. Ku harap hati kita tak beku seperti salju-salju ini

-Arancxa

#4 Quotes of the day

Once in a while, right in the middle of an ordinary life, love gives us a fairy tale.

Wednesday, 12 November 2014

#1 Review Sastra: Hujan Bulan Juni



Sapardi Djoko Darmono.
Ia adalah salah seorang sastrawan Indonesia yang saya kagumi. Satu karya puisinya yang paling fenomenal yaitu Hujan Bulan Juni.

"Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni.
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu."

Ada banyak perspektif yang mengartikan makna dari puisi Hujan Bulan Juni ini. Entah rasa rindu seseorang pada kekasihnya, entah lainnya.
Tak terkecuali saya, sebagai seorang peminat karya sastra berupa sajak, puisi, dan prosa, saya selalu membaca puisi lamat-lamat dan mengulang setiap diksinya.
Ada nuansa dan kerenyahan yang mereka ciptakan, hingga membuat saya--bahkan mayoritas pecinta karya sastra juga mencoba mengartikan setiap makna tersirat melalui karya tulis mereka (sastrawan).

Pada puisi ini, ada bagian yang saya persepsikan sama seperti yang orang lain persepsikan. Saya mengartikan ada perasaan yang membaur bersama dengan penantian panjang yang dilalui seseorang. Setiap rindu yang mengalir, perasaan ragu-ragu dan takut juga kerap kali hadir didalam sebuah penantian. Penantian juga terkadang tak berbuah manis, tapi pada karya Hujan Bulan Juni ini, penantian panjang tersebut berakhir bahagia.

Monday, 10 November 2014

#3 Quotes Of The Day

..kita tak pernah tau usaha keberapa yang akan berhasil, seperti kita tak pernah tau doa yang mana yang akan dikabulkan. Keduanya sama: perbanyaklah.

Tuesday, 4 November 2014

#1 Sepotong Cerita

Tapii..
Pernahkah kau menemukannya diantara helaan nafas dan irama hidup?
Mungkin kau pernah melihatnya,
namun tidak mengenalnya.
Pernah mendengar suaranya,
namun tenggelam diantara suara-suara lain yang tertangkap di telinga.

(Biru - Arancxa Irene)