Wednesday, 12 November 2014

#1 Review Sastra: Hujan Bulan Juni



Sapardi Djoko Darmono.
Ia adalah salah seorang sastrawan Indonesia yang saya kagumi. Satu karya puisinya yang paling fenomenal yaitu Hujan Bulan Juni.

"Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni.
Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu."

Ada banyak perspektif yang mengartikan makna dari puisi Hujan Bulan Juni ini. Entah rasa rindu seseorang pada kekasihnya, entah lainnya.
Tak terkecuali saya, sebagai seorang peminat karya sastra berupa sajak, puisi, dan prosa, saya selalu membaca puisi lamat-lamat dan mengulang setiap diksinya.
Ada nuansa dan kerenyahan yang mereka ciptakan, hingga membuat saya--bahkan mayoritas pecinta karya sastra juga mencoba mengartikan setiap makna tersirat melalui karya tulis mereka (sastrawan).

Pada puisi ini, ada bagian yang saya persepsikan sama seperti yang orang lain persepsikan. Saya mengartikan ada perasaan yang membaur bersama dengan penantian panjang yang dilalui seseorang. Setiap rindu yang mengalir, perasaan ragu-ragu dan takut juga kerap kali hadir didalam sebuah penantian. Penantian juga terkadang tak berbuah manis, tapi pada karya Hujan Bulan Juni ini, penantian panjang tersebut berakhir bahagia.

No comments:

Post a Comment