Sunday, 30 November 2014

#2 Review Sastra: Rectoverso - Dee

Kemarin aku iseng-iseng membaca buku Rectoverso karya Dee milik teman sekantor. Untuk yang pertama kalinya, aku benar-benar membaca karyanya. Rupanya karyanya memang baik sekali, cerita dan tutur katanya sangat mengalir. Aku duduk diam selama kurang lebih sejam di meja kantor untuk benar-benar menikmati kerenyahan tulisan yang dia sajikan. Perlahan-lahan aku mulai terhanyut dalam dunia yang dia ciptakan melalui bukunya. Ahh... Sungguh luar biasa. Dia pun menyajikan beberapa puisi karyanya sebagai sekat antara tiap sub bab cerita. Dan.. ada satu puisinya yang entah kenapa mengerak dipikiranku. Puisinya sangat sederhana, tapi unik dan menarik. Begini isinya:


Sahabatku, usai tawa ini
izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik: "Pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku..."
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan


Bagiku, puisi ini sangat biasa. Tapi dia memasukkan unsur cerita dari bukunya, sehingga puisi ini semacam ministory. Intinya pun biasa, tapi dia bisa mengundang hati pembaca untuk membacanya lekat-lekat dan mengulanginya beberapa kali. Sungguh menarik, dan.. kurasa aku akan jatuh cinta pada karya-karyamu selanjutnya, Dee. Ku tunggu kejutan lain darimu. :)

No comments:

Post a Comment