Monday, 14 December 2015

Ilusi

Sore itu...
Bersama hilangnya bayangan wajahmu,
hati ini terasa ikut kau bawa pergi,
dan secuil keceriaan diriku pun ikut berlalu.
Entah mengapa resah begitu menggucam dikesendirian ini
sempat juga wajah lain hadir,
tapi samar dalam lamunan

Malam ini...
Hatiku merintih perih
pada ilusi wajahmu di pian-pian semu
adakah jua, kau ukir dan simpan rindu-rindu seperti ini?
Di tempat ragamu hadir, buatku disini...


(Palembang, Oktober 2010)

Saturday, 24 October 2015

#1 Mood Of The Day

Dalam setiap kelemahan dan pengalaman hidup, kita bisa merespon melalui dua hal, mengubah atau mensyukurinya.

#12 Song Of The Day

Wise men says only fools rush in, but I can't help falling in love with you.

Thursday, 1 October 2015

This Too Will Pass

Everything in life is temporary.

So if things are going good, enjoy it.

Because it won't last forever.

And if things are going bad, don't worry.

It can't last forever either.

Sunday, 30 August 2015

Supermom and Supermoon


     Today is not Monday, because today is your big day, Mom! Happy birthday! *hooray*
     Aku senang menyambut hari besar ini, sama sepertimu saat menyambut ulang tahunku setiap tahunnya. Dan aku juga senang karena seorang 'fans' mu mengenalmu dengan baik dan mendoakan untuk kebaikanmu.
     Seorang 'fans' mu, Mom, pernah berkata demikian,"Your Mom is Supermom!" I think that's a good idea, right? You are my Supermom and Supermoon. I glad to hear that. :")
     Semoga setiap doa-doa kami membentuk untaian indah ke surga sana. Sehat-sehat selalu ya, Mom. God bless you and our family.
     


Me and My Supermom

Sunday, 16 August 2015

Kupu-kupu

Lelaki itu hanya membisikkan satu hal pada si gadis. Disaat bersamaan, gadis itu mencium aroma parfum segar menguar dari tubuh sosok disampingnya. Dan ia merasakan ada banyak kupu-kupu menari dalam perutnya.

Thursday, 13 August 2015

Share Your Happiness Part 1

Today, she is going to pray.
After she prays, she said "Yes!" to accept his questions.
Then, she smile and go away.

Monday, 10 August 2015

Travelling Part 1: Panaitan Island

Girls Only in Panaitan Island

Me in Panaitan Island

Me in Panaitan Island


     Tempo hari tanggal 6-8 Agustus lalu, saya bersama rekan-rekan seperjuangan kuliah berlibur ke Pulau Peucang. Rencana awalnya hanya 3 hari 2 malam saja di Peucang dan Panaitan, ternyata jadwal digeser dan jadilah kami pergi ke Pulau Cimayang, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, dan Pulau Oar. Selama perjalanan menuju tiap pulau pun kira-kira ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan kapal. Sejauh mata memandang, saya melihat laut yang tak terukur jauh dan dalamnya. Kadang lautnya warna biru tua, kadang lautnya toska, kadang aquamarine.

     Beberapa rekan saya tertidur di kursi sambil menikmati angin laut yang kencang. Saya tidak bisa tidur, karena saya betah berlama-lama melihat laut dan langit disana. Beruntungnya kami bahwa cuaca selama liburan itu selalu cerah dan panas, sehingga setiap acara yang kami rencanakan bisa berjalan sesuai dengan target waktu.

     Di Pulau Panaitan, lautnya jernih sekali walaupun banyak sampah plastik di bibir pantai. Laut yang mengarah ke bibir berwarna aquamarine, dan laut yang lebih dalam berwarna biru agak toska. Karena airnya agak kotor, kami ragu untuk bermain di bibir pantai. Tidak hanya itu saja, karena banyak terumbu karang yang berjejer rapat. Jadi kami hanya bermain di pantainya saja dan mengumpulkan kerang. 

     Kebanyakan rekan saya ada yang sudah mandi karena tidak ingin basah-basah lagi di pantai. Apalagi sehabis snorkling di Pulau Cimayang sampai bajunya kering di badan. Nah, hanya sisa saya dan beberapa rekan saya yang masih antusias bermain pasir, mencari cangkang kerang yang masih utuh, dan duduk menikmati angin laut dibawah pohon rindang. Sambil kadang mengobrol dan berfoto "ala-ala", saya sibuk bermain pasir dan mencari cangkang dalam diam. Lama-lama, saya capek dan duduk di bawah pohon rindang yang sudah agak mengering.

     O mae gosh, alam yang indah. Saya duduk memeluk lutut sambil menatap ujung laut di bawah pohon itu. Menghirup aroma laut yang segar. Aaah, benar-benar PW (Posisi Wenak) disitu. Saya benar-benar larut dalam kecintaan pada laut hari itu. Melihat saya yang duduk dalam diam dan kadang bermain pasir, mereka pun mengikuti saya duduk disana dan mengobrol sampai berjam-jam lamanya.

     Tak lama kemudian, saya melihat sesuatu batu kecil berwarna hijau bergerak diantara cangkang kerang yang sudah tak berpenghuni dan sudah hancur. Saya melompat dengan cepat menuju batu itu, rupanya itu umang-umang. Akhirnya saya menemukan satu makhluk hidup antara makhluk yang sudah raib di pantai itu, masih ada satu umang-umang yang bernyawa. Dan, tenang saja saya tidak membawanya pulang, saya hanya memindahkannya di bawah pohong rindang itu supaya dia terlindungi.

     Sekian dokumentasi mengenai perjalanan saya, dokumentasi ini diharapkan dapat membantu para backpacker dan pihak lain yang ingin mencari informasi lanjut mengenai liburan ke pulau-pulau di Banten. Menurut saya dan rekan-rekan saya, liburan ke pulau-pulau di Indonesia memang sangat menarik. Oleh karena itu, kami akan merencanakan liburan selanjutnya ke tempat lain yang mungkin masih belum terjamah oleh para pecinta alam Indonesia.

Sunday, 9 August 2015

#11 Quotes of the day

Life is short. So forgive quickly. Believe slowly. Love truly. Laugh loudly. Never avoid anything that makes you smile.

Monday, 29 June 2015

#Chapter 1

KANADA.

Suatu tujuan yang sudah terlupakan--bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak ada memori yang teringat ketika ku dengar nama Kanada. Tidak ada sama sekali. Kemudian, yang jadi pertanyaannya adalah kenapa harus Kanada? Kenapa tidak Kroasia atau.. Perancis?

Dengan mudah aku menjawab, karena disana ada maple dan pohon oak. Maple dan pohon oak dikenal orang sebagai simbol dari Kanada. Di negara lain tentu saja ada, tetapi tidak sekhas dari asalnya, Kanada.



AMERIKA.

Satu impian besar dari Ibu untuk bisa menghirup udara dan menginjakkan kaki di benua ini. Apa memangnya yang menarik dari benua ini? Karena negara tersebut jadi negara yang kuat dan maju, iya kah?

Negara ini sempat menjadi mimpiku ketika kecil. Ketika aku takut untuk memejamkan mata, aku menghibur diri dengan membayangkan aku bisa merasakan tanganku yang membeku saat musim dingin tiba. Kedua tanganku yang gemetar berada dalam balutan sarung tangan mungil berwarna toska, hasil rajutan dari Ibu. Lalu, akan ada celoteh dari sepupuku yang sibuk merayuku untuk menemaninya membuat boneka salju. Dan wajah cemberutnya ketika aku menolak keluar rumah.

Aku membuat skenario itu dalam otakku yang baru berumur setidaknya 5,5 tahun. Dan aku mengulang skenario itu berbulan-bulan--berulang-ulang seperti kaset rusak. Saat itu, aku memantapkan hati. Ya, aku akan membawa mereka kesana suatu saat nanti.


3..2..1.. Lalu aku pun jatuh tertidur.

Tuesday, 23 June 2015

Perihal Proyek Besar Tahun ini

"keunggulan kita terletak pada kemampuan kita untuk mem-branding diri kita - Ai"


     Tahun ini adalah tahun yang hebat, penuh petualangan, dan tantangan besar. Aku akan ceritakan sebagian kisahnya. Jadi, bermula pada bulan September tahun lalu aku mulai hectic dengan proposal tugas akhir-ku. Aku bingung akan memilih judul apa sampai gonta-ganti judul karena alasan yang mendukung kurang kuat.

     Setelah beberapa kali bimbingan dan meyakinkan diri, akhirnya aku maju juga dengan membawa dua proposal ke meja dosen koordinator. Yang satu temanya KamSos (Kampanye Sosial), dan satunya bertema branding. Dua-duanya gak ada yang gampang, sama beratnya. Cumaa.. Kalo branding, udah berat pengeluarannya juga berat. Dari dua judul itu, 100% dikurangi 5% aku yakin tema branding itu yang akan diterima, dan dua bulan kemudian hasilnya sesuai perkiraanku. Aku mengangkat topik TA yang sudah ku wanti-wanti dari awal: BRANDING.

     Jujur, saat itu aku nekad banget ngambil tema branding, karena branding selalu jadi momok mahasiswa (selain berat, harus kuat di logo, dan biayanya juga ga nanggung2. Bisa berjute-jutee!), mahasiswa yang nekad ambil topik branding harus siap kopi, koyo, cemilan, dan tak lupa.. DOA! Jadi, berhubung tadi aku gak kepikiran judul lain, jadi yaudahlah judul itu aja dikuatin. Sambil dalam hati berdoa: semoga aku gak extend, Tuhan. Amin!

     Sampai akhirnya, aku melalui sidang 1, 2, 3 dengan anteng (yakin pasti lulus). Malah banyak bingungnya soalnya gak sesuai dengan gosip turun-temurun yang katanya ada mahasiswa yang nangis, rela extend karena gak mampu, dibantai habis-habisan, laporannya dilempar, dibentak-bentak, stres sampe gak bisa makan, dan momok-momok lainnya. Karena yang terjadi di aku malah sebaliknya:

1. Makan, ngemil, makan, ngemil, lantas orang-orang bingung aku gak kaya mahasiswa yang rempong tugas akhir.

2. Walaupun begitu tapi ya aku juga panik dan stres, tapi makannya teteup segitu-segitu aja. Selalu tidur tepat waktu dan bangun pagi hari, kadang sempet bobo siang juga. Asik kan?

3. Masih mandi cantik dan merawat badan (hairspa, maskeran, lulur, dll).

4. Kadang bersedia 'diculik' dari sore sampe malem cuman buat cari makan dan ngumpul-ngumpul yang cozy.

     Eeehh... Tau-taunya kelar aja nih tugas akhir, malah ketagihan pingin nambahin atribut lain. Bisa gitu ya? Apa ternyata aku orang idealis? Hmmm.. Aku sendiri pun bingung kayanya gak kerja segimana banget, tapi kelar juga. Puji Tuhan.

     Naah.. Balik ke topik awal, jadi buat aku tahun ini adalah tahun yang sangat menarik dan penuh tantangan. Salah satunya yaa menantang diri buat ambil topik yang jadi momok anak DKV. Awalnya takut, parno. Abis dijalanin yaudah jalan terus.. Meskipun belok-belok, melalui jalanan terjal, ban kempes, tapi toh akhirnya kelar juga. Yang penting punya tekad!

     Selain tantangan ambil branding jadi tugas akhir, aku punya tekad untuk membuat project besar di tahun ini. Semoga project ini kelar di tahun ini juga. Novel? Bukan kok. Something about graphic design.
Berita pertama: aku ditawari project besar untuk membangun perusahaan
Berita kedua: aku akan membuat beberapa project yang akan dijalankan sehabis tugas akhir ini.

Lalu, apa project-nya? Tunggu tanggal mainnya yaa!

Friday, 29 May 2015

Perihal Cerita dan Rahasia Manis Dari Sebuah Lagu

"Aku percaya bahwa sebuah lagu memiliki kenangan dan rahasianya sendiri - Ai"


     Sekitar tiga tahun yang lalu seorang teman yang baik mengenalkan aku sebuah lagu apik. Aku mengenali lagu tersebut adalah lagu dari OST film Thailand. Meski aku tidak mengerti bahasa dan makna dari lagu ini, aku sangat menikmati beat dan tiap lirik yang dinyanyikan. Seperti ada rahasia yang tersimpan dari lagu dan hati si penyanyi.

     Ahhh... Aku sering--lebih tepatnya tiap hari-- memutar lagu ini hingga tak terhingga untuk mengingat kembali film yang ku tonton (salah satu kebiasaan yang ga berubah dari dulu). Habis, ulang lagi. Habis, ulang lagi. Rasanya seperti ada perasaan yang tertinggal ketika lagu ini habis, maka dari itu aku selalu mengulangnya terus. 

     Aku menikmati setiap nada, tekanan, dan irama yang membuatku berpikir aku tidak perlu tau arti dari lagunya. Bukankah terkadang kita hanya perlu menikmati sebuah lagu dan perasaan yang mengalir dari lagu tersebut tanpa harus mengerti maknanya? Dan walaupun tidak mengerti makna dari sebuah lagu, lagu tersebut memiliki kenangan dan perasaannya sendiri.

     Seperti saat tiga tahun yang lalu--tepatnya malam ini--aku mendengar lagi tembang lagu penuh kenangan itu. Hati dan pikiranku seakan terseret kembali ke saat usiaku 18 tahun. Ketika pertama kali aku diperdengarkan lagu yang menyenangkan ini, dan aku hanyut sehanyut-hanyutnya. Sambil menikmati hanyut dengan lagu ini, akhirnya aku membaca arti dari liriknya, berulang-ulang hingga aku merasa cukup.

     Bagiku, lagu ini dikenalkan tidak hanya sebagai lagu perkenalan saja atau lagu dengan tembang yang menarik hingga membuat pendengar akan mengulangnya tanpa bosan. Tidak. Lagu ini punya rahasia. Lagu ini punya cerita yang ketika dinyanyikan seakan bercerita kepada orang banyak mengenai rahasianya, sehingga lagu ini memiliki rahasia yang dimiliki setiap orang. Dan sama seperti lagu ini, aku juga punya rahasia. Tapi, seperti lagu ini pula, ada kalanya rahasia tidak perlu diungkapkan karena tidak bisa diungkapkan, hanya saja semoga kelak rahasia ini juga akan pantas diperdengarkan kepada orang banyak. Semoga saja.

Thursday, 28 May 2015

Perihal Belajar Menari Dalam Hujan

     "Memulai segala sesuatu memang selalu menakutkan, tetapi kau tidak akan sadar mampu menjalaninya ketika kau sudah menjalaninya."


     Gading Serpong (26/6/2015) - Malam sebelumnya saya sengaja tidur tidak terlalu larut untuk mempersiapkan sidang hari itu. Paginya saya sengaja bangun saat langit masih gelap dan udara yang membeku. Jari kaki dan tangan saya kaku, lesu. Menolak untuk melenyapkan kantuk yang menggantung di mata. Akhirnya saya melawan kantuk dengan main game sebentar (aneh ya?). Setelah itu saya meregangkan tubuh dan menyiapkan seluruh bahan presentasi, proses kerja, dan hasil akhir.

     3 jam kemudian....
     "Whoaaaa udah pagi menn!" jeritku tertahan. Duh. Giliranku adalah urutan ke 4 di pukul 9, dan rupanya jadwal sidang ngarett! Sedikit lega, banyak paniknya. Saya kurang percaya diri dengan progress yang sudah saya kerjakan meskipun teman saya memastikan:

     "Percaya sama gue, lu pasti lulus. Progress lu udah kelar, lu print mock up-nya banyak." Saat itu sudah digiliran ketiga dan mendadak perut saya mulas. Saya mondar-mandir demi menenangkan diri, tak peduli teman-teman lain yang sidang hari itu juga menahan geli.

     30 menit berjalan semulus yang tak kuduga dan ternyata lebih mulus daripada sidang 1. Saat keluar dari "ruang panas" (saya ga lebai tapi emang beneran panas, gerah banget di dalem!) saya bisa menarik napas lega. Saya bisa melewati satu tahap lagi dengan amat baik rupanya, setidaknya seorang dosen killer yang menguji saya saat itu berkomen positif: "Jujur logo kamu itu Eropa banget!".

     Kemudian, teman-teman satu bimbingan mengerubungi saya seperti lebah, dan saat itu saya bisa menenangkan mereka semua: "Udahh, kalian udah pasti aman kok. Siapin data proses aja yang banyak, di dalem ga ditanyain aneh-aneh, cuma diliat seberapa banyak progress aja." Semua diam dan memastikan semua akan baik-baik saja dalam hati, setidaknya mereka lega karena setiap personil yang masuk akan keluar dengan wajah sumringah karena sidang sukses berat! *prok prok prok*

     Tinggal satu langkah lagi untuk mencapai gelar Sarjana Desain (S.Ds), dan saat ini saya sangat bersemangat untuk menyelesaikan semua revisi dan laporan. Satu langkah lagi untuk menggenapi semua janji dari 4 tahun masa perkuliahan ini.


Full Team TenTAra Grafis VI (usai pra sidang 3)

     Big thanks to Mr. Darfi!!! Si dosen gaul selalu punya waktu untuk membimbing bocah-bocah ini, kalau mau bimbingan pake panik dan deg-degan dulu, takut progress ga seberapa. Tapi kalau ga bimbingan panik juga karena nanti proyeknya hancur hahahaha. Duh 4,5 bulan yang penuh pahit dan manis, tapi semoga akhirnya akan sangat manis. Saya percaya janji Tuhan bahwa selalu ada hal indah sehabis badai menerpa. Bahwa akan lebih baik belajar menari dalam hujan daripada menanti hujan untuk berhenti. Kita akan belajar menikmati bahwa tidak setiap rintik hujan akan menyakitkan dan menakutkan, karena seusai hujan berhenti maka selalu ada guratan aneka warna yang melengkung di langit.

Semoga Tuhan pun akan selalu menyertaimu ya, Mas Darfi! God Bless Us

#11 Quotes of the day

Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus sabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan.

Tuesday, 12 May 2015

Perihal Keuntungan Dalam Kerugian

"Kebahagiaan tidak akan mengajarkan apa-apa pada kita, tapi kesedihan akan mengajarkan semuanya."


     Saya selalu suka dengan nasihat lama ini, entah saya pernah baca dimana, tapi setelah bertahun-tahun berkelana ke Semarang, Palembang, dan Tangerang, saya akhirnya benar-benar mengalaminya saat ini. 

     Berhubung dalam prosesi tugas akhir ini, saya kembali datang untuk bercerita. Beberapa hari lalu setelah berada ditahap yang mengkhawatirkan, akhirnya saya bisa "move on" ke tugas selanjutnya karena "bapak kece" menyatakan proses awal saya berlangsung baik (setelah ditambal sana-sini).

     Saya pun diperbolehkan mengambil waktu istirahat sejenak sebelum melanjutkan proses selanjutnya. Sehari berlalu.. Dua.. Tiga.. Empat hari pun terlewati.. Saya melakukan beberapa kecerobohan yang sadar maupun tidak disadari. Mungkin saya terlalu terbuai dengan statement:
"Masih ada hari esok." atau..
"Ahh.. Si A, B, C aja belum pernah bimbingan lagi kok."

     Entah apa yang terjadi saat ini, tetapi rasanya saya telah kembali ke zona nyaman, lupa bahwa harus bekerja lebih keras lagi, menolak untuk menanggung tanggung jawab yang lebih besar.

Lalu saat kembali mengevaluasi, ternyata saya sudah maju sepuluh langkah (wohooo!). Kemudian mundur lima belas langkah. Minus lima. Siapa sih yang mau ketika sudah berlari sekencang mungkin untuk maju, tapi ternyata yang terjadi adalah kemunduran? Tidak ada. Saya pun tidak mau. Saya sedih, saya kecewa. Saya ingin mengeluh atas semua perjuangan ini. Namun, akhirnya saya belajar bahwa proses itu memang tidak ada yang menyenangkan.

Proses selalu menyakitkan bahkan mengecewakan. Terkadang pun iblis berbisik di telinga menyuruh saya berhenti. Lalu saya tergoda untuk berpikir lebih enak kalau menyerah saja. Tapi.. Tidak segampang itu. Hanya dengan adanya kesedihan, perjuangan, dan pengorbananlah yang akan mengajarkan bagaimana cara untuk bertahan.

Dari rasa kecewa saya belajar untuk bisa lebih menghargai. Menghargai atas segala usaha yang telah dilakukan sampai di langkah ini. Karena, kalau hanya ongkang-ongkang kaki dan menanti nilai bagus, maka kita tidak akan pernah belajar untuk bertahan. Tidak belajar untuk hidup.

     Dan dari semua waktu yang sudah dilalui sejauh ini, tidak ada yang saya sesalkan. Walaupun saya telah merugi, tapi saya paham betul bahwa kemunduran adalah proses untuk maju dengan langkah yang lebih mantap. Jadi, saya menghargai setiap proses yang tidak menyenangkan ini. Proses keluar dari sebuah kotak. Maju kemudian mundur lagi, tapi yang pasti jangan berhenti.

Ketika memutuskan untuk berhenti, maka lenyaplah sudah.

Sunday, 3 May 2015

Perihal Kesabaran Dalam Sebuah Kotak

       Pagi ini saya terbangun lagi dengan perputaran sebuah rutinitas sejak 2,5 bulan yang lalu: mengerjakan tugas akhir. Setiap pagi yang saya lalui saya syukuri karena saya setidaknya Tuhan memberikan saya waktu untuk menikmati semua yang kumiliki saat ini. Salah satunya adalah kuliah, saya diberikan kesempatan untuk belajar di sebuah universitas unggul di wilayah Tangerang.

       Seiring dengan rutinitas itu, akhir-akhir ini pun pikiran saya otomatis berjalan mundur ke 3,5 tahun silam, tepat di bulan-bulan terakhir saya di SMA Xaverius 3. Saat itu, saya dijatuhkan pada 2 pilihan jurusan: Desain Komunikasi Visual atau Desain Interior. Setelah berhari-hari berpikir dalam diam, ternyata pilihan saya cenderung lebih berat pada Desain Komunikasi Visual di universitas milik Kompas ini. Saya berteriak semangat untuk mengganti status pelajar menjadi mahasiswa. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Saya memeluk angan untuk dapat bekerja di Gramedia atau Kompas setelah lulus, saya bisa membuat cover novel, dan bekerja dengan orang-orang yang punya tekad dan skill yang profesional. Itulah pemikiran saya tempo hari.

       Sekarang, pagi ini.. Saya berpikir lagi. Ketika saya buntu dengan kotak-kotak yang ada di kepala saya, saya mulai bertanya lagi pada diri sendiri, apakah saya stuck hanya di kotak yang sama? Mulai jenuh karena rasanya saya tidak maju-maju dalam mengerjakan proyek ini. Saya mengulang-ulang sketsa yang sama. Padahal pada mulanya saya memilih jurusan ini. Apakah saya terbilang seorang pecundang yang bahkan meletakkan senjata tempur di penghujung masa berperang? Mental yang lemah dan cupu. Apakah begitu?

       Jawabannya pun akhirnya saya temukan ketika saya merenung tentang passion saya sebagai seorang penulis. (tolong jangan tanya kenapa cita-cita saya penulis tapi sekolah desain, itu beda lagi ceritanya)

       Saya mengenal istilah Writer's Block, yaitu suatu kondisi dimana seorang penulis merasa tidak bisa menulis, tulisannya terasa hambar, bahkan miskin ide. Lalu saya tersadar bahwa ternyata hampir semua orang pernah merasakan stuck, berputar-putar di kotak yang sama, rasanya tak ada jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Ada rasa kejenuhan juga untuk terus mencoba, hilang kesabaran, ingin cepat-cepat keluar dari kotak, mulai menggedor-gedor berharap orang lain akan mendengar dan membukakan pintu. Tapi, rupanya stuck adalah sebuah proses dalam berpikir dan menyelesaikan masalah. Masalah akan ditemui semua orang, hanya saja untuk cara penyelesaian tiap orang yang berbeda-beda, dan proses itu yang membuat kita menjadi letih.

       Intinya, hal yang ingin saya sampaikan adalah bersabarlah. Kita harus mencoba berbagai cara, melihat dari berbagai sudut pandang. Karena kita tidak tahu cara ke berapa yang akan berhasil. Bolehlah ketika letih, kita duduk diam sejenak, tetapi jangan terlalu lama. Ambil sejenak saja, lalu mencoba lagi, lagi, dan lagi. Siapa tahu kita baru mencoba 1000 cara, dan kita akan mendapatkan celah terbuka di cara yang ke 1001.

       Perlahan-lahan, entah dengan cara bagaimana hingga akhirnya kita bisa melihat sinar mengintip diantara katup kotak. Ada celah kecil tempat kita akan keluar dari kebuntuan yang penat. Ketika kita sudah mampu bersabar, sisanya mudah saja.

Friday, 24 April 2015

#9 Quotes of the day

Ketika kita sibuk memikirkan "seberapa cepat" kita bertumbuh, Tuhan justru melihat "seberapa kuat" kita bertumbuh.

Thursday, 16 April 2015

#6 Review Sajak "Ketika"

Ketika semua pintu sudah tertutup,
dan kita masih terus berusaha,
maka itulah yang disebut kegigihan.

Ketika semua jalan buntu,
dan kita masih terus maju, selangkah demi selangkah,
maka itulah yang disebut persisten.

Ketika semua cara telah berkali-kali dicoba,
terus gagal lagi, gagal lagi, dan kita masih terus mencoba,
maka itulah yang disebut ketekunan.

Ketika semua amunisi habis, tidak ada lagi yang bisa membantu,
dan kita masih terus berdiri tegak menyelesaikan tugas,
maka itulah yang disebut pantang menyerah.

Dan ketika semua orang lain sudah berhenti,
dan kita masih terus berusaha,
maka itulah yang disebut keyakinan.

Sungguh dekat sekali orang-orang ini dengan keberhasilan.
Pun kalau nasib ternyata gagal, dia tetap dekat dengan kebahagiaan.
Berbahagia dengan usaha yang telah dilakukan.


-Tere Liye

Monday, 13 April 2015

Sajak "Adalah Hujan"

Janji terbaik adalah janji matahari
Bumi tidak pernah bertanya,
Apakah besok matahari akan datang kembali
Bumi menunggu takjim dengan yakin
Saat cahaya lembut menyiramnya
Setiap hari, milyaran tahun
Tak pernah ingkar walau sekali

Pengorbanan paling indah adalah sebatang lilin
Membakar dirinya untuk memberi terang
Tidakkah lilin tahu kalau dia justeru mempercepat kematiannya?
Semakin terang, semakin cepat.
Tidakkah lilin menyadarinya sebelum terlambat? Berhenti?
Tapi pun jika lilin sungguh bisa berpikir
Dia akan tetap membakar tubuhnya
Itulah pengorbanan sebatang lilin.

Kerinduan paling mengharukan adalah hujan
Aduhai, apakah kita pikir tanah kering yang rindu?
Atau padang gersang yang kangen?
Tidak. Melainkan hujanlah yang rindu.
Saat tiba masanya berjumpa
Setelah begitu lama tidak bersua
Jutaan tetes air hujan jatuh saling susul-menyusul
Tidak sabaran hendak memeluk tanah
Hingga habis seluruh rindu itu
Meluapkan seluruh kasih-sayang yang menyuburkan

Maka, anakku
Itulah kisah tentang alam semesta
Apakah engkau berjanji laksana janji matahari
Atau melakukan pengorbanan seperti sebatang lilin
Pun menyimpan kerinduan bagai hujan

- Tere Liye

Saturday, 11 April 2015

#4 Review: Hidup

Jangan suka bilang hidup kita hampa. Kosong.
Coba dongakkan wajah ke atas, tatap langit. Sejak jaman dinosaurus hingga jaman android hari ini, itu langit sudah hampa. Benar-benar hampa. Kosong.
Tapi langit punya penghiburan, punya kegiatan yang indah, sesekali melintas awan, hujan, sesekali dihiasi pelangi, sesekali di penuhi titik bintang dan bulan. Maka indah sudahlah kehampaannya.

- Tere Liye

Monday, 6 April 2015

#3 Review: Pertambahan Usia

"pertambahan usia bukan berarti kita pun bertambah tua. kita semakin tua karena pengalaman, pelajaran hidup, dan kedewasaan pikiran." - ai


untuk 21 tahun yang berharga ini, ternyata banyak hal yang telah ku lalui untuk membentuk pribadi dan pemikiranku. sepintas aku teringat teman-teman lama saat aku masih berseragam sekolah. aku menikmati makananku, teman-teman yang memberi kejutan, dan keluarga yang menyediakan banyak makanan, kue ulang tahun, dan hidangan lainnya. terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk turut merayakan hari lahirku. semoga satu lilin yang bertambah hari ini tidak lekas padam. happy birthday to Mademoiselle Mathilda.


7 April 2010

7 April 2011

7 April 2013

7 April 2014

7 April 2014

Saturday, 4 April 2015

#2 Review: Aku belajar dari waktu

Aku belajar dari waktu..


bahwa hidup itu singkat

jadi tersenyumlah sebanyak semampu yang bisa kau lakukan
berbagilah seperti semuanya bukan milikmu
bersyukurlah seperti tak ada hari esok
dan berharaplah seolah-olah semuanya bergantung pada Tuhan

bahwa ketika seseorang membagi waktunya untukmu

artinya dia membagi sebagian dari hidupnya
karena waktu tak bisa ditarik kembali

bahwa sahabat bisa saja datang dan pergi

manusia dapat saja berubah setiap waktu seperti musim
tapi hanyalah seorang sahabat sejati yang mau duduk lebih lama dengan kita
yang mau memeluk kita setelah tahu kelemahan kita
dan yang mau berkorban waktu dan tenaga untuk kita


- ai

#1 Review: Aku hari ini belajar

Aku hari ini belajar...


Tidak selamanya hidup ini indah
Kadang Tuhan mengijinkan aku melalui derita
Sebab itu aku belajar menikmati hidup ini dengan bersyukur

Aku belajar bahwa

Tidak semua yang kuharapkan akan menjadi kenyataan
Kadang Tuhan membelokkan rencanaku
Tetapi aku tahu itu lebih baik daripada apa yang ku rencanakan
Sebab itu aku belajar menerima semua itu dengan sukacita

Aku belajar bahwa

Pencobaan itu pasti datang dalam hidupku
Aku tidak mungkin berkata "Tidak Tuhan"
Karena aku tahu semua itu tidak melampaui kekuatanku
Sebab itu aku belajar menghadapinya dengan sabar

Aku belajar bahwa

Tidak ada kejadian yang harus disesali dan ditangisi
Karena semua rencana-Nya indah bagiku
Maka dari itu aku akan bersyukur dan bersukacita didalam segala perkara
Karena dengan bersyukur dan bersukacita menyehatkan jiwaku dan menyegarkan hidupku..