Thursday, 28 May 2015

Perihal Belajar Menari Dalam Hujan

     "Memulai segala sesuatu memang selalu menakutkan, tetapi kau tidak akan sadar mampu menjalaninya ketika kau sudah menjalaninya."


     Gading Serpong (26/6/2015) - Malam sebelumnya saya sengaja tidur tidak terlalu larut untuk mempersiapkan sidang hari itu. Paginya saya sengaja bangun saat langit masih gelap dan udara yang membeku. Jari kaki dan tangan saya kaku, lesu. Menolak untuk melenyapkan kantuk yang menggantung di mata. Akhirnya saya melawan kantuk dengan main game sebentar (aneh ya?). Setelah itu saya meregangkan tubuh dan menyiapkan seluruh bahan presentasi, proses kerja, dan hasil akhir.

     3 jam kemudian....
     "Whoaaaa udah pagi menn!" jeritku tertahan. Duh. Giliranku adalah urutan ke 4 di pukul 9, dan rupanya jadwal sidang ngarett! Sedikit lega, banyak paniknya. Saya kurang percaya diri dengan progress yang sudah saya kerjakan meskipun teman saya memastikan:

     "Percaya sama gue, lu pasti lulus. Progress lu udah kelar, lu print mock up-nya banyak." Saat itu sudah digiliran ketiga dan mendadak perut saya mulas. Saya mondar-mandir demi menenangkan diri, tak peduli teman-teman lain yang sidang hari itu juga menahan geli.

     30 menit berjalan semulus yang tak kuduga dan ternyata lebih mulus daripada sidang 1. Saat keluar dari "ruang panas" (saya ga lebai tapi emang beneran panas, gerah banget di dalem!) saya bisa menarik napas lega. Saya bisa melewati satu tahap lagi dengan amat baik rupanya, setidaknya seorang dosen killer yang menguji saya saat itu berkomen positif: "Jujur logo kamu itu Eropa banget!".

     Kemudian, teman-teman satu bimbingan mengerubungi saya seperti lebah, dan saat itu saya bisa menenangkan mereka semua: "Udahh, kalian udah pasti aman kok. Siapin data proses aja yang banyak, di dalem ga ditanyain aneh-aneh, cuma diliat seberapa banyak progress aja." Semua diam dan memastikan semua akan baik-baik saja dalam hati, setidaknya mereka lega karena setiap personil yang masuk akan keluar dengan wajah sumringah karena sidang sukses berat! *prok prok prok*

     Tinggal satu langkah lagi untuk mencapai gelar Sarjana Desain (S.Ds), dan saat ini saya sangat bersemangat untuk menyelesaikan semua revisi dan laporan. Satu langkah lagi untuk menggenapi semua janji dari 4 tahun masa perkuliahan ini.


Full Team TenTAra Grafis VI (usai pra sidang 3)

     Big thanks to Mr. Darfi!!! Si dosen gaul selalu punya waktu untuk membimbing bocah-bocah ini, kalau mau bimbingan pake panik dan deg-degan dulu, takut progress ga seberapa. Tapi kalau ga bimbingan panik juga karena nanti proyeknya hancur hahahaha. Duh 4,5 bulan yang penuh pahit dan manis, tapi semoga akhirnya akan sangat manis. Saya percaya janji Tuhan bahwa selalu ada hal indah sehabis badai menerpa. Bahwa akan lebih baik belajar menari dalam hujan daripada menanti hujan untuk berhenti. Kita akan belajar menikmati bahwa tidak setiap rintik hujan akan menyakitkan dan menakutkan, karena seusai hujan berhenti maka selalu ada guratan aneka warna yang melengkung di langit.

Semoga Tuhan pun akan selalu menyertaimu ya, Mas Darfi! God Bless Us

No comments:

Post a Comment