Monday, 29 June 2015

#Chapter 1

KANADA.

Suatu tujuan yang sudah terlupakan--bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak ada memori yang teringat ketika ku dengar nama Kanada. Tidak ada sama sekali. Kemudian, yang jadi pertanyaannya adalah kenapa harus Kanada? Kenapa tidak Kroasia atau.. Perancis?

Dengan mudah aku menjawab, karena disana ada maple dan pohon oak. Maple dan pohon oak dikenal orang sebagai simbol dari Kanada. Di negara lain tentu saja ada, tetapi tidak sekhas dari asalnya, Kanada.



AMERIKA.

Satu impian besar dari Ibu untuk bisa menghirup udara dan menginjakkan kaki di benua ini. Apa memangnya yang menarik dari benua ini? Karena negara tersebut jadi negara yang kuat dan maju, iya kah?

Negara ini sempat menjadi mimpiku ketika kecil. Ketika aku takut untuk memejamkan mata, aku menghibur diri dengan membayangkan aku bisa merasakan tanganku yang membeku saat musim dingin tiba. Kedua tanganku yang gemetar berada dalam balutan sarung tangan mungil berwarna toska, hasil rajutan dari Ibu. Lalu, akan ada celoteh dari sepupuku yang sibuk merayuku untuk menemaninya membuat boneka salju. Dan wajah cemberutnya ketika aku menolak keluar rumah.

Aku membuat skenario itu dalam otakku yang baru berumur setidaknya 5,5 tahun. Dan aku mengulang skenario itu berbulan-bulan--berulang-ulang seperti kaset rusak. Saat itu, aku memantapkan hati. Ya, aku akan membawa mereka kesana suatu saat nanti.


3..2..1.. Lalu aku pun jatuh tertidur.

No comments:

Post a Comment