Sunday, 25 June 2017

#15 QOTD: Botol Kaca

Sebuah botol kaca yang berisi kertas berwarna kecokelatan
tergeletak setengah terbenam di pasir pantai ini
Aku percaya laut akan menjaga dan menyimpan rahasianya.

- Ai

Thursday, 22 June 2017

Thursday, 1 June 2017

Tuesday, 4 April 2017

#9 Quotes of the day

She was a beautiful dreamer.
The kind of kind, who kept her head in the clouds,
loved above the stars and left regret beneath the earth
she walked on.

Tuesday, 28 March 2017

#13 Song of the day

How does a moment last forever?

How can a story never die?


It is love we must hold onto


Never easy, but we try



Sometimes our happiness is captured


Somehow, our time and place stand still


Love lives on inside our hearts and always will



Maybe some moments weren't so perfect


Maybe some memories not so sweet


But we have to know some bad times


Or our lives are complete


Then when the shadows overtake us


Just when we feel all hope is gone


We'll hear our song and know once more


Our love lives on

Tuesday, 21 March 2017

#8 Quotes of the day

I've got my ticket for the long way 'round.
Two bottle whiskey for the way.
And I sure would like some sweet company.
And I would leaving tomorrow.

- AK

Monday, 20 March 2017

#7 Quotes of the day

Saya suka berpesan terhadap diri sendiri:

"Jika ada orang yang tega menyakiti dirimu, belajarlah untuk mengampuni mereka, sakit hanya bicara soal rasa, pengalamanlah yang hanya tersisa. Be strong, tetaplah jadi orang baik, karena hanya itu satu-satunya cara untuk menutupi keburukan yang ada pada dirimu."

"Jika kau ingin berubah, itu bicara soal pilihan, mau berubah jadi orang yang lebih baik atau menjadi orang yang lebih rapuh. Tetaplah menyayangi orang lain, tetap berbuat tulus, tetap tersenyum dan jadilah pribadi yang menyenangkan. Jangan takut akan omongan buruk dari orang yang hanya bisa mencari kesalahan orang lain. Fokuskan dirimu pada orang yang masih bisa menerimamu bukan hanya kebaikanmu tapi keburukanmu juga."

Sunday, 12 March 2017

[Part] Winter in Tokyo

Ada yang hilang.
Keningnya berkerut samar. Tentu saja ada yang hilang.
Ia tahu benar ada sesuatu yang hilang.
Hanya saja ia tidak tahu apa yang hilang itu.
Dan apakah sesuatu yang hilang itu penting atau tidak.
Ia menarik napas dalam-dalam.
Yah... mungkin bukan sesuatu yang penting.

Ia berputar membelakangi jendela dan memandang ke sekeliling ruangan.
Aula besar itu mulai ramai.
Orang-orang terlihat gembira, saling tersenyum, tertawa, dan mengobrol.
Seorang kenalannya tersenyum dan melambai ke arahnya.
Ia balas tersenyum dan mengangkat gelas.
Tepat pada saat itulah ia melihat orang itu.

Orang itu baru memasuki ruangan.
Matanya tidak berkedip mengamati orang itu menyalami beberapa orang sambil tersenyum lebar. Aneh... Ia menyadari dirinya tidak bisa mengalihkan pandangan.
Ia melihat orang itu mengambil segelas minuman dari meja bulat bertaplak putih sambil bercakap-cakap dengan seseorang yang berdiri di sampingnya.
Kemudian orang itu mengangkat wajah dan memandang ke seberang ruangan.
Tepat ke arahnya.
Mata mereka bertemu dan waktu serasa berhenti.

- IT

Friday, 10 March 2017

#6 Quotes of the day

Today is a new day and a step in a direction. Decide to make the conscious effort to see the good in everything.

Without fear of tomorrow or regret from yesterday--today is a breath of fresh air for new possibilities.

Believe in a new path and don't look back--God has your back.

Sunday, 26 February 2017

Dua Belas Lilin

Apa kabar?

Selamat ulang tahun untuk gadis kecil tak berdaya
Gadis rapuh dengan seringai lemah yang tak luput dalam ingatan
Air mata selalu jadi rona dari pipi putihmu
Kecil, kurus, hidup dalam lumpur jalanan

Apa kabar?
Apakah kamu bertumbuh baik?
Dan apa kabarnya orang bergelang karet biru itu?
Aku melihatnya dalam bayang-bayang yang semakin muram
Tak ada sisa segurat keceriaan polos di wajah orang itu

Apa kabarnya?
Ku dengar kabarnya yang selalu berkabar pada debu-debu jalanan
Bertemu dengan segumpal kertas pencari orang hilang di tepi taman dan sawah
Tak jelas kemana arah kakinya yang dulu kecil

Ku rasa anak gelang karet biru itu hanya akan mendengar kabar dari ocehan burung-burung di sawah
Menyimpang, membayang, menghilang
Yang bahkan tak kenal apakah umbi atau seonggok kentang

Aku melihat samar punggungnya yang berbalik menjauh lewat pecahan-pecahan kaca masa lalunya
Noda merah tercetak jelas pada jari-jari kakinya yang tak beralas,
dan buku tangannya memutih menggenggam erat sisa angan yang telah menguning

Apa kabarmu kini?
Apa kabarnya kini?
Sepertinya satu batang lilin diatas kuemu tak akan pernah hidup
Karena ia tak akan mampu untuk mengabulkan inginmu untuk jadi satu rona kemerahan di pipi orang itu

Tapi biarlah angan itu tetap tertiup dengan uap panas lilin yang telah meluber
Tak ada sisa rasa manis dan tawa dari kue ke tiga belasmu
Biarlah ia kembali pada hakekat yang absolut
Membayang dan menghilang

Thursday, 19 January 2017

#5 Quotes of the day

Setiap bunga tidak akan berkembang dalam waktu yang sama.

#1 Menengok Dunia Diluar Kardus

Saya tidak pernah mengatakan kalau saya takut untuk berpetualang, karena justru saya pribadi yang senang belajar dan senang melihat sesuatu yang baru dari apa yang sudah saya ketahui sebelumnya.

Hanya, ada satu masalah yang ternyata menyangkut di semua aspek dalam rencana hidup saya yang sudah saya tata sedemikian rupa. Karena tak ada rencana cadangan, saya hanya berfokus bagaimana membenahi masalah tersebut sambil merencanakan alternatif lainnya.

Saya tipe melankolis. Dan masalah tersebut cukup berperan penting buat saya dan profesi saya, sehingga ketika tidak berjalan sesuai dengan ekspetasi saya, saya langsung menengok pada langkah-langkah saya sebelumnya. Apakah sebelumnya saya kurang mampu menjalankannya dengan baik atau bagaimana. Semua detail saya pertanyakan.

Beberapa lama saya mengidentifikasi apa salah dari masalah tersebut yang membuat saya gunjang ganjing, dan walaupun sampai saat ini saya tidak benaar-benar bisa menemukan jalan keluar, saya punya alternatif lainnya untuk menjalani ketimpangan dari kesalahan saya sebelumnya.

Sampai saat ini saya masih memahami bahwa Tuhan tidak hanya meletakkan saya pada sebuah kondisi untuk saya bertumbuh saja, tetapi Ia juga ingin saya mengalami sesuatu agar saya tau bagaimana saya akan bersikap ketika menemui masalah yang sama dikemudian hari.

Jujur, saya merasa saat itu kehilangan kendali atas diri saya, bahkan saya tak tau apa yang saya rasakan, apa yang saya butuhkan dan saya inginkan atas hidup saya. Blank. Kosong.

Tapi suatu hari, saya menemukan pencerahan ketika saya bermeditasi dan menemui-Nya secara face to face. Tuhan menginginkan saya untuk bertumbuh, untuk mau terus berjuang walau nampaknya tak ada harapan. Tapi yang saya percayai selama ini, selama ada Tuhan, selalu ada harapan.

Hanya bagaimana saya mau datang menghadap-Nya untuk meminta kekuatan dalam menghadapi masa depan yang penuh harapan. Itu saja.


***



Setelah melalui berbagai perjuangan untuk mendapatkan "kebutuhan dan keinginan", saya menemui "beberapa tempat" dimana saya akan "tinggal" nantinya. Sambil mempersiapkan "perkakas" untuk dimana saya akan "tinggal", saya terus berdoa dan berharap.

Saya tau, ketika saya berharap pada-Nya, harapan itu tak pernah mengecewakan. Maka, sambil "berlari" saya pun juga belajar untuk bertahan hidup, untuk melihat karakter orang yang bisa saya percayai, dsb.

Sampai pada akhirnya saya menghentikan langkah saya untuk memilih "tinggal". Ya, setelah bermil-mil saya melangkahkan kaki--yang saya juga tak sangka-sangka bahwa ternyata saya mampu berjalan sejauh itu--dan disinilah saya berada kini.

Saya tau apa yang saya inginkan, saya tau apa yang saya butuhkan. Dan saya tau bahwa perlahan-lahan Tuhan akan menyingkap setiap jawaban dibalik berjuta pertanyaan yang ada di benak.

Saya juga telah menerima tantangan dari-Nya ketika saya menemui-Nya. Untuk itu, saya tidak perlu takut melihat ke bawah, karena Tuhan ingin saya belajar agar berani menatap keindahan dari atas, sebab Ia telah mengajarkan saya supaya bisa terbang.

Saat ini saya bersiap untuk kembali maju, bersiap untuk terbang mencapai Roma. Juga Paris.

Monday, 2 January 2017

Penulis dan Bukunya

Seseorang pernah bertanya padaku,

“Kenapa kau menamaiku Gadis Laut? Dan.. Kenapa juga kau harus mempertemukan aku dengan Laut yang memesona itu?”

Aku diam cukup lama.

“Karena, sosokmu muncul pertama kali dalam pikiranku. Dia tak cukup tegar tapi mampu bertahan. Tidak cukup ramah, tapi dia senang membagi dirinya dengan orang lain. Dia juga tak cukup cantik, tapi aku selalu akan terpesona ketika melihatnya langsung.”


     - Penulis


(Jakarta, 2014)