Thursday, 19 January 2017

#5 Quotes of the day

Setiap bunga tidak akan berkembang dalam waktu yang sama.

#1 Menengok Dunia Diluar Kardus

Saya tidak pernah mengatakan kalau saya takut untuk berpetualang, karena justru saya pribadi yang senang belajar dan senang melihat sesuatu yang baru dari apa yang sudah saya ketahui sebelumnya.

Hanya, ada satu masalah yang ternyata menyangkut di semua aspek dalam rencana hidup saya yang sudah saya tata sedemikian rupa. Karena tak ada rencana cadangan, saya hanya berfokus bagaimana membenahi masalah tersebut sambil merencanakan alternatif lainnya.

Saya tipe melankolis. Dan masalah tersebut cukup berperan penting buat saya dan profesi saya, sehingga ketika tidak berjalan sesuai dengan ekspetasi saya, saya langsung menengok pada langkah-langkah saya sebelumnya. Apakah sebelumnya saya kurang mampu menjalankannya dengan baik atau bagaimana. Semua detail saya pertanyakan.

Beberapa lama saya mengidentifikasi apa salah dari masalah tersebut yang membuat saya gunjang ganjing, dan walaupun sampai saat ini saya tidak benaar-benar bisa menemukan jalan keluar, saya punya alternatif lainnya untuk menjalani ketimpangan dari kesalahan saya sebelumnya.

Sampai saat ini saya masih memahami bahwa Tuhan tidak hanya meletakkan saya pada sebuah kondisi untuk saya bertumbuh saja, tetapi Ia juga ingin saya mengalami sesuatu agar saya tau bagaimana saya akan bersikap ketika menemui masalah yang sama dikemudian hari.

Jujur, saya merasa saat itu kehilangan kendali atas diri saya, bahkan saya tak tau apa yang saya rasakan, apa yang saya butuhkan dan saya inginkan atas hidup saya. Blank. Kosong.

Tapi suatu hari, saya menemukan pencerahan ketika saya bermeditasi dan menemui-Nya secara face to face. Tuhan menginginkan saya untuk bertumbuh, untuk mau terus berjuang walau nampaknya tak ada harapan. Tapi yang saya percayai selama ini, selama ada Tuhan, selalu ada harapan.

Hanya bagaimana saya mau datang menghadap-Nya untuk meminta kekuatan dalam menghadapi masa depan yang penuh harapan. Itu saja.


***



Setelah melalui berbagai perjuangan untuk mendapatkan "kebutuhan dan keinginan", saya menemui "beberapa tempat" dimana saya akan "tinggal" nantinya. Sambil mempersiapkan "perkakas" untuk dimana saya akan "tinggal", saya terus berdoa dan berharap.

Saya tau, ketika saya berharap pada-Nya, harapan itu tak pernah mengecewakan. Maka, sambil "berlari" saya pun juga belajar untuk bertahan hidup, untuk melihat karakter orang yang bisa saya percayai, dsb.

Sampai pada akhirnya saya menghentikan langkah saya untuk memilih "tinggal". Ya, setelah bermil-mil saya melangkahkan kaki--yang saya juga tak sangka-sangka bahwa ternyata saya mampu berjalan sejauh itu--dan disinilah saya berada kini.

Saya tau apa yang saya inginkan, saya tau apa yang saya butuhkan. Dan saya tau bahwa perlahan-lahan Tuhan akan menyingkap setiap jawaban dibalik berjuta pertanyaan yang ada di benak.

Saya juga telah menerima tantangan dari-Nya ketika saya menemui-Nya. Untuk itu, saya tidak perlu takut melihat ke bawah, karena Tuhan ingin saya belajar agar berani menatap keindahan dari atas, sebab Ia telah mengajarkan saya supaya bisa terbang.

Saat ini saya bersiap untuk kembali maju, bersiap untuk terbang mencapai Roma. Juga Paris.

Monday, 2 January 2017

Penulis dan Bukunya

Seseorang pernah bertanya padaku,

“Kenapa kau menamaiku Gadis Laut? Dan.. Kenapa juga kau harus mempertemukan aku dengan Laut yang memesona itu?”

Aku diam cukup lama.

“Karena, sosokmu muncul pertama kali dalam pikiranku. Dia tak cukup tegar tapi mampu bertahan. Tidak cukup ramah, tapi dia senang membagi dirinya dengan orang lain. Dia juga tak cukup cantik, tapi aku selalu akan terpesona ketika melihatnya langsung.”


     - Penulis


(Jakarta, 2014)